FF\ KYUMIN | WHY I LIKE U | GS / CHAPTER 3

“Annyeong. . .” Suara Hyukjae dan Ryeowook membuat Sungmin tersadar dari lamunannya.

“kalian, sudah datang ?” ujar Sungmin tak bersemangat. Hyuwook mengangguk duduk di kursi kosong tepat di depan Sungmin.

.

~oOo~

.

Why I Like U

.

Presented by Melani KyuminElfSha

.

FanFiction

.

Chapter :: 3

.

Genre :: Romance, drama, hurt.

.

Rate :: T

.

Warning :: GS, Tak sesuai EYD. Typo (s) mengingat saya ratunya typo.

.

Disclaimer :: KyuMin milik Tuhan, Orang tua mereka, Super Junior, Elf, SparKyu, Pumpkins, Joyer. Dan Saya hanya pinjam nama mereka ^^

.

~oOo~

.

“kau kenapa? Akhir-akhir ini kau sering sekali melamun” selidik Ryeowook..

“anni,, Aku hanya kelelahan saja” ujar Sungmin seraya mengaduk-aduk minumannya.

“lagi pula kau aneh. Setiap hari datang pagi, lalu duduk di kantin. Kau kan benci makan banyak, kenapa malah tempat favoritmu di kantin ?” ujar Hyukjae.

“molla. . .” Sungmin masih mengaduk minumannya.

“Huaaaah!!”

“Kyaaaa ! ! “

“aku duluan yang melihatnya”

Suara jeritan dan pekikan itu tiba-tiba membuat kantin yang tadinya damai menjadi gaduh layaknya pasar, sontak MinHyuWook mengalihkan pandangan kearah datangnya suara.

“sudah aku tebak,,” Hyukjae membalikkan badan diikuti Ryeowook kemudian. Mendengar kaliman Hyukjae membuat Sungmin mengeryitkan dahi.

“apa maksudmu? tebak apa ?” Tanya Sungmin bingung. HyuWook hanya saling tatap.

“aiiissshhh,, kau ini benar-benar!!! Masa’ hal yang sudah heboh dari kemarin kau tak mengetahuinya” Tanya Hyukjae.

Sungmin mengendikkan kedua bahunya pertanda memang tak tahu apa-apa.

“itu, Cho Kyuhyun. Dia mendadak jadi pujaan yeoja-yeoja centil. Kau bisa liat sendiri” ujar Ryeowook sambil mengarahkan ibu jarinya tepat ke belakang badannya. Sungmin melihat arah tunjukan Ryeowook.

Deg

Hati Sungmin sakit lagi saat melihat pemandangan itu. Itu~ Kyuhyun dikerumuni para yeoja dan terlihat pula seorang yeoja yang seenaknya bergelayut mesra di lengan Kyuhyun, yeoja itu sepertinya sangat berkuasa atas lengan Kyuhyun.

“Kau bisa lihat sendiri kan? Seohyun anak kelas kecantikan sudah melancarkan aksinya, sebentar lagi Victoria dari si model itu akan menyusul” ujar Hyukjae dengan nada kesal.

Suasana kantin masih ramai. Sungmin diam tak bergeming. Bola matanya tetap setia mengikuti gerak-gerik Kyuhyun dan yeoja itu.

“jangan mentang-mentang Kyuhyun itu ramah dan tak bisa menolak ajakan mereka membuat mereka memonopoli Kyuhyun” ujar Ryeowook marah seraya menusuk-nusuk steaknya dengan garpu secara brutal.

Untuk kaliamat satu ini membuat Sungmin mengalihkan pandangannya kearah Ryeowook. “Kenapa kau yang jadi emosi Wookie? Dia saja tak mempermasalahkannya. Malah dia menikmatinya” ujar Sungmin.

“iya, tapi aku hanya kesal saja. Mereka itu yeoja buas, pantang melihat namja tampan menganggur” ujar Ryeowook masih dengan nada emosi.

“iya, lagi pula aku tak suka dengan yeoja sok manja seperti mereka” Hyukjae ikut memberi opini.

Sungmin hanya tersenyum. Sama halnya dengan sahabat-sahabatnya itu, Sungmin sebenarnya juga muak mendapati pemandangan horror yang terjadi di hadapannya tapi mau bagaimana lagi, dia bukan siapa-siapa Kyuhyun, bukan?

“Padahal aku kira Kyuhyun cocok untuk mu~” ujar Ryeowook.

Sontak Sungmin membelalakkan matanya. “Yaa!! Apa maksud ucapan mu ?” Sungmin menatap Ryeowook tajam dan mengeluarkan nada suara tinggi.

“eh,, apa salahnya kalau kami mempunyai pikiran seperti itu? Kami pikir kau dan Kyuhyun sangat cocok” ujar Hyukjae membela Ryeowook.

“Aiiisssh!! Kalian kenapa? Aku yeojachingunya Siwon. Kenapa kalian malah menyodorkan ku padanya ?” ujar Sungmin frustasi, dia benar-benar tak menyangka teman-temannya akan mengatakan hal itu.

“eh,, itu kan hanya pemikiran kami. Kami hanya membayangkannya saja. Jangan kau ambil hati ya Min” ujar Ryeowook menenangkan.

Sungmin hanya memasang wajah datar.

Hening

Setidaknya hanya di meja mereka, di sudut sana teriakan dan pujian masih saja terdengar.

“apa kalian pernah bermimpi ?” ujar Sungmin membuka lagi percakapan. HyuWook terdiam, menunggu kata-kata lanjutan Sungmin.

“mimpi itu seperti nyata. Kadang aneh, malah datang seperti cerita. Terus saja hadir setiap malam~ Dalam tempat berbeda tapi dengan orang yang masih sama” lanjut Sungmin lagi.

HyuWook mengerutkan dahi. “Kau bicara apa?? Kami tidak memahami ucapan mu” ujar Hyukjae jujur.

Sungmin menghela nafas berat. “jadi, setelah ulang tahun ku kemarin, malam itu aku bermimpi. Di dalam mimpi itu aku seperti masuk ke kehidupan yang lain. Aku memakai pakaian kebangsawanan dan kalian tahu? Aku. . .Aku memeluk seorang namja dan memohon padanya agar dia tak meninggalkan ku. Setelah itu dia menebaskan pedangnya tepat di perutku. Membuat aku terbangun dari tidur” ujar Sungmin dengan nada serius. HyuWook masih mendengarkan dengan seksama.

“kadang mimpi aku di bunuh itu terus hadir setiap malam, membuat aku takut dengan yang namanya tidur” ujar Sungmin mengusap-usap telapak tangannya.

“lalu ?” Ryeowook bertanya antusias.

“Setelah itu~ Mimpi aneh itu berganti. Kali ini bukan saat aku terbunuh lagi. Tepatnya di sebuah taman yang sangat indah, disana aku duduk dengan seorang namja dan aku menyandarkan kepalaku di bahunya. Aku terus mengucapkan cinta padanya dan kami berciuman” ujar Sungmin.

“Mwo ? ? Berciuman ? Apa namja itu Siwon? atau namja yang membunuhmu pada mimpi pertama ?” selidik Hyukjae.

“sepertinya namja pada mimpi pertama yang membunuhku. Aku juga tak tahu pasti, sepertinya kilas balik sebelum aku di bunuh” ujar Sungmin menerka-nerka.

Hyuwook hanya manggut-mangut. “jadi siapa namja itu? Apa kau mengenalnya ?” Tanya Hyukjae.

Sungmin menggeleng. “aku tidak tahu. Wajahnya samar, malah terlalu putih sehingga tak bisa aku lihat, tapi~~” Sungmin menggantungkan kalimatnya.

“Tapi apa ? ?”sergah Ryeowook.

“Aku seperti sangat mengenalnya. Aku juga tak mengerti, apa kalian tahu apa yang salah pada diriku” Tanya Sungmin sambil menatap kedua sahabatnya.

“hmm~~ Aku belum pernah mengalami dan mendengar ini sebelumnya jadi aku masih belum tahu apa yang sebenarnya terjadi padamu” ujar Hyukjae.

Ryeowook mengangguk. “aku juga belum pernah mengalami dan mendengar ini sebelumnya atau itu hanya bunga tidur biasa Min. Jangan terlalu di pikirkan” ujar Ryeowook.

Sungmin menundukkan kepalanya. “iya~ Mungkin itu hanya bunga tidur yang benar-benar aneh. Kenapa aku jadi separah ini ya ?” ujar Sungmin lirih.

“sudahlah. Makanya~ sebelum tidur kau berdoa dulu  agar iblis tak ikut campur dalam tidur mu” ujar Hyukjae.

Sungmin tersenyum menatap sahabatnya. “kenapa kau jadi ketularan Siwon, sok alim sekali” cibir Sungmin. Kata-kata Sungmin membuat Ryeowook tertawa lepas sedang Hyukjae mengembungkan pipi tirusnya -kesal.

Drrrt drrrrrtt

Ponsel Sungmin tiba-tiba bergetar. Sungmin merogoh kantung celananya dan mengambil ponsel tersebut, menatap monitor ponsel sesaat sebelum menerima panggilan itu. Dahi Sungmin  berkerut.

“wae ?” Ryeowook ikut-ikutan panik melihat raut wajah Sungmin.

“eommanya Siwon. Bagaimana ini ?” Sungmin meminta saran pada sahabat-sahabatnya.

“angkat saja” ujar Hyukjae.

Sungmin berpikir sebentar lalu mulai menerima teleponnya. “Yeoboseo ahjuma” ujar Sungmin gugup.

“…..”

“ne, saya bisa ahjjuma” ujar Sungmin.

“,,,,”

“ne, saya akan kesana” ujar Sungmin sambil memutuskan sambungan teleponnya.

“Waeyo ?” Tanya HyuWook berbarengan.

“eommanya Siwon ingin bertemu denganku” ujar Sungmin seraya bangkit dan memakaikan tasnya.

“eh,, Kuliah mu bagaimana” Tanya Ryeowook.

“tolong izinkan aku pada dosen nanti. Sepertinya ini sangat penting” ujar Sungmin seraya berjalan keluar kantin, melewati kerumunan yeoja yang masih asyik berteriak ria. Hyuwook hanya bisa mentap kepergian Minnie. Tanpa mereka sadari, sepasang mata juga ikut memperhatikan kepergian Sungmin.

.

 

.

.

Lantunan music yang lembut terus terdengar di café membuat orang-orang betah untuk duduk di café itu.

Sungmin duduk berhadapan dengan calon mertuanya. “Ada apa ahjuma memanggilku ?” ujar Sungmin sesaat setelah pelayan mengantarkan minuman mereka.

Yeoja paruh baya itu terlihat santai menyeruput tehnya. Setelah selesai, dia memandang Sungmin tajam. “aku tahu apa tujuanmu mendekati putraku 2 tahun ini” ujar yeoja itu santai.

Sungmin menautkan alis matanya mendengar kalimat tak bersahabat dari nyonya Choi itu. “apa maksud ahjumma ?” Tanya Sungmin.

Yeoja paruh baya itu tersenyum licik. “kau kira aku tak tahu maksud dan tujuan yeoja miskin sepertimu mendekati putra semata wayangku” kali ini terdengar nada lebih tak bersahabat dari suara yeoja itu.

“ahjumma~” ujar Sungmin lirih.

“Berhenti memanggilku begitu yeoja jalang!! Aku sudah cukup bersabar dengan mu. Kau kira selama 2 tahun ini aku tak mengawasimu. Berhenti mengikuti putraku !!” ujar yeoja itu tegas, Sungmin membulatkan matanya.

Nyonya Choi mengambil sesuatu dari tasnya kemudian mengeluarkannya dan meletakkannya tepat dihadapan Sungmin -sebuah amplop dengan isi yang sampai menggembung ingin keluar. Sungmin memicingkan matanya melihat sesuatu yang sudah dapat di tebaknya.

“jauhi putra ku, sebentar lagi dia akan segera menikah. Lepaskan dia!! Selama ini putraku hanya tak tahu caranya memutuskan yeoja miskin seperti mu jadi aku yang harus turun tangan” ujar yeoja itu masih dengan suara tegas, Minnie diam mendapati kata-kata tajam dari nyonya Choi itu.

“kau cukup menerima uang itu, lalu melepaskan putra ku dengan begitu aku tak akan mencampuri urusan mu sedikitpun. Asal kau patuh” ujar yeoja itu, kali ini dengan suara lembut yang menusuk. Yeoja itu bangkit dari duduknya. “baiklah!! Aku rasa hanya itu saja, senang berurusan denganmu” ujarnya seraya melangkah.

“chakkaman nyonya Choi” ujar Sungmin setengah berteriak, membuat langkah yeoja itu terhenti lalu membalikkan badannya agar melihat Sungmin.

Sungmin mengambil amplop di hadapannya lalu bangkit dan mendekat kearah nyonya itu.

“aku akan dengan senang hati menuruti permintaanmu. Katakan juga pada putramu, tak perlu mengutus eommanya yang terhormat untuk memutuskan yeoja miskin sepertiku. Cukup mencampakkanku saja dan dengan begitu yeoja miskin ini akan mengerti kalau tubuhnya tak di sukai lagi ! !” ujar Sungmin tak kalah kasar membuat nyonya Choi itu tersentak kaget.

Sungmin menggenggam tangan nyonya itu seraya memberikan amplop gembung itu ketangannya nyonya Choi itu lagi.

“aku tak butuh uang anda. Selama ini aku sudah cukup mendapati uang hasil menjual tubuhku pada putra anda dan itu lebih banyak dari ini. Simpan saja untuk anda nyonya” ujar Sungmin sambil tersenyum. Nyonya Choi terbelalak mendengar ucapan berani Sungmin. Kemudian Sungmin mulai meninggalkan yeoja itu perlahan.

“Yaa!! Dasar pelacur. Kembali kau” jerit nyonya Choi frustasi.

.

 

.

 

.

Tes

Tes

Tes

Rintik hujan terus berjatuhan -membasahi bumi dengan egoisnya. Sungmin yang berada di  jalan tak berniat mencari tempat berteduh. Dia terus saja berjalan, menerobos hujan dan tak menggubris angin malam yang makin membuatnya kedinginan. Sungmin terus berjalan sampai ke apartemennya.

“OMO ! ! Kenapa kau basah kuyup begini ?” suara bash itu membuat Sungmin mengangkat kepalanya.

Deg

jantung Sungmin berdetak tak karuan saat melihat sosok itu.

namja itu ~ ~

.

T. B. C

.

About these ads

44 gagasan untuk “FF\ KYUMIN | WHY I LIKE U | GS / CHAPTER 3

  1. yah onnie..
    baru baca ud tbc..ak pnasaran nih jdinya. ga krsa bgt:’(

    itu yg dtg si babbo kan?
    saeng pikir unnie nungguin SJ d sutta makanya ga shre no other ^^

  2. ikut baca ^^

    wah ommanya siwon gtu bgt sih,,,apa siwonnya jg kaya gitu??
    min berani bgt ngomong kaya gtu ke emmanya si won hha tp i like it hhe
    biar tau rasa tuh,, :P
    siapa itu yg di depan apartemen min?? kyu apa siwon ??
    ayo dilanjut ^^

  3. omo !!! sungmin pelacur ya??
    lanjut lah chingu,,jangan lama2,,aku penasaran banget..
    ohya jangan lupa no other nya juga ya hehehe ..
    gomawo ^^

  4. Kok tumben sih post ff pendek bner? Blom puas, blom ngerti, masih penasaran, eh tbc dah nongol aja==”

    Baru ngeh disini min jd yeoja miskin. Padahal khdupan yg lalu dia jd bangsawan, kan?

    Next chingu-ya…

  5. Namja itu psti Kyu…
    Aiiish..sbenar.ny cpa sich Kyu tuch,n’ ap hbungan ny jga ma mimpi yg d’alami Minnie,,
    Hmm…crita.ny msih mmbingung khan n’ bLm jelas…
    Tp,d’tnggu az ya next part.ny,crita nya seru koq….

  6. bagus banget ni sungmin ngelawan ummanya siwon.. tapi kok cara ngelawannya dengan merendahkan diri gitu ya? agak ga tega juga bacanya..
    tapi gapapalah..
    lanjut ya,,

  7. ternyata minnie yeoja sederhana yg cantik toh, aku kira dia anak orang kaya yg suka sama namanya hemat.
    eomma siwon jahat amat sih?
    siwonnya lg, kemana tuh orang ga pernah muncul. Ga tau apa minnie di gituin.
    Kyuuuu itu pasti kyu..
    Mudah mudahan minnie sadar kyu lah yg terbaik untuk minnie :)

  8. grrr**** padahal aku ngerestuin simin nih .. tapi kenapa nyonya choi kaya gitu ???! bikn emosi . tapi, aku sedikit terkejut waktu si ming bilang kalo dia jual tubuhnya. itu cuman kata kata aja kan? aku yakin mereka berdua belum pernah gituan xD kan siwon pastor … hahahahaa xD itu yang nemuin si ming maen hujan *plak* si kyu yah?

  9. eonni aku ganti nama ^^

    ehhh ?? ming beneraan ngomong gitu ke eommanya siwon ?? woahhh daebak !!

    namja itu pasti kyuhyun, suara bassnya itu lohhhh

    yang ngikut neliatin ming pas keluar kantin juga kyuhyun kan ??
    okehhh lanjut ke next chap

  10. Pasti namja itu kyuhyun ya?????
    Siapa lagi yg bisa bkin minnie deg2an bgtu

    Apa sih mksdnya nyonya choi itu????
    Psti itu bkn maunya siwon deh, kan siwon itu baik hati syang lagi sama minnie
    Dasar orang kaya, kerjaannya cuma menghina orng miskin aja nih :(

  11. Poor minnie !!! T.T
    Dasar ahjumma choi tua keriput !!! :-@
    *emosi
    Berani”nya ngatain minnie begitu.
    Ck
    Abang kuda lagi sama sekali gentle. >_<
    Kyaaaaa~
    malaikat cho datang di saat yng tepat. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s