KYUMIN FANFICTION \ THE FUTURE | GS / CHAPTER 14

Langkah dua pasang kaki kecil itu terdengar disepanjang jalanan sepi yang mulai semakin sore.

“Kenapa Hyemi merasa saat-saat seperti ini pernah terjadi?”

Sosok yeoja kecil itu mulai membuka suara yang sejak tadi tak terdengar.

Yoogeun, sang namja kecil mengeratkan genggaman tangannya pada tangan sang adik dan terus saja membimbingnya agar berjalan menyusuri jalanan yang masih tampak sepi.

Molla~ oppa tak tahu apa-apa Hyemi.” Jawab namja kecil itu.

Hyemi memandang Yoogeun sekilas sebelum memandang lagi jalanan itu. “Hyemi takut umma dan appa marah, oppa~” Lirih yeoja kecil itu.

“Semoga saja tidak. Oppa juga takut jika mereka sampai memarahi kita.” Jawab Yoogeun. “Apa Hyemi lelah? Mau oppa gendong?”

Yoogeun menghentikan langkahnya dan memandang Hyemi lekat sementara Hyemi memandang Yoogeun tak mengerti.

Oppa~ Hyemi bisa berjalan. Tenang saja.” Ujar yeoja kecil itu.

Yoogeun menggeleng. “Aniya~ oppa tahu Hyemi lelah.” Namja kecil itu lalu berbalik dan segera berjongkok dihadapan Hyemi. “Kajja~ naik saja. Oppa akan menggendong Hyemi sampai rumah.” Ujar Yoogeun.

Hyemi memandang punggung itu sedih. Dia memang lelah sedari tadi harus berjalan tak tentu arah tapi disisi lain dia juga tak ingin membuat kakaknya tambah lelah.

Oppa~ Hyemi…”

Sreet

“Sudah, Ayo~” Yoogeun menarik tubuh mungil itu agar mendekat dan memaksa Hyemi memeluk lehernya.

Hyemi menurut dan perlahan mulai memeluk leher itu. “Apa oppa tak lelah?” Tanya yeoja kecil itu lagi.

Sreet

Yoogeun mulai mengapit kedua paha kecil Hyemi dan berdiri dengan benar. “Aniya~ oppa akan selalu kuat walaupun Hyemi merasa lelah.” Jawabnya seraya mulai melangkah. “Maka dari itu jangan pernah sungkan pada oppa, ne?” Sambungnya lagi.

“Eum…” Hyemi mengangguk dan memeluk mesra leher Yoogeun. “Oppa~ apa kita akan kembali berjalan jauh seperti saat itu?” Tanya Hyemi lagi.

“Entahlah~” Jawab Yoogeun. “Apa lagi ahjumma itu tak memberitahu jalan keluarnya.” Sambung Yoogeun lagi.

“Benar~ Kenapa jalan yang awal tadi malah menjadi hutan, oppa? Apa oppa tahu apa alasannya?” Tanya hyemi.

Molla Hyemi. Bisa saja kita salah lihat dan jalan satu-satunya yang sedang kita lalui ini adalah jalan awal kita datang tadi.” Jawab Yoogeun.

“Tapi ini sangat aneh oppa~ jalan awal kita datang tadi itu sungguh gelap dan sekarang tak ada tanda-tanda gelap dan malah tak sejauh ini. Apa oppa tak merasakan anehnya?” Mulut kecil itu terus saja melontarkan pertanyaan yang bahkan Yoogeun sendiri tak tahu jawaban pastinya.

Yoogeun hanya bisa diam seraya membenarkan posisi tubuh Hyemi dipunggungnya.

“Benar juga. Kenapa oppa baru menyadari jika jaraknya tak sejauh tadi?” Yoogeun balas bertanya dan malah membuat Hyemi memajukan bibirnya sekilas.

“Andai saja kita tak mengikuti ahjumma cantik itu.” Ujar Hyemi.

“Hyemi menyesal?” Tanya Yoogeun.

“Eum… aniya. Hyemi hanya tak suka dipermainkan. Oppa lihat saja. Sudah dua kali kita dikerjai ahjumma cantik itu dan kita selalu saja berjalan jauh seperti ini. Kali ini Hyemi tak tahu kita akan bertemu umma dan appa atau tidak.” Jawab Hyemi dengan nada sedih.

Yoogeun tampak mencerna ucapan gadis mungil itu. “Benar~ Kenapa kita selalu saja berjalan setelah bertemu dengan ahjumma itu? Hmm.. Tapi oppa setuju jika ahjumma itu cantik. Seperti umma.” Jawab Yoogeun.

“Tapi masih cantik Umma dan Hyemi.” Balas Hyemi.

Yoogeun hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Hyemi. “Iya~ umma dan Hyemi lebih cantik.” Jawab Yoogeun.

“Tapi~ ahjumma itu memang cantik. Apa oppa tak merasa aneh? Ahjumma itu kelihatan lebih cantik dan muda dari pertama kali kita bertemu. Hyemi benar, bukan?” Tanya hyemi lagi.

Yoogeun menghentikan langkahnya saat mendengar pertanyaan Hyemi. “Hyemi benar~ kenapa oppa baru menyadarinya dan kenapa Hyemi sangat peka akan ini?” Ujar Yoogeun setengah memuji Hyemi.

Hyemi tersenyum. “Tentu saja. Hyemi pintar seperti appa.” Jawab Hyemi bangga.

Yoogeun tersenyum dan perlahan mulai berjalan lagi. “Oppa juga pintar.” Jawab Yoogeun.

“Benarkah??” Tanya Hyemi.

“Hyemi tak percaya?” Gantian Yoogeun yang bertanya.

“Eum… Percaya~ tentu saja Hyemi percaya. Jika Hyemi saja pintar apa lagi oppa kan?” Jawab gadis kecil itu.

Yoogeun hanya tersenyum mendengar jawaban itu tanpa mau menghentikan langkahnya lagi.

“Haah~ Hyemi mau minum susu~” Lirih yeoja itu seraya memejamkan mata dan makin mengeratkan pelukannya pada leher Yoogeun.

.

~oOo~

.

The Future

.

Presented by Melani KyuminElfSha

.

KyuMin FanFiction

.

Chapter :: 14

.

Genre :: Romance, hurt, drama, fantasy

.

Rate :: T

.

Warning :: GS, Tak sesuai EYD. Typo (s) mengingat saya ratunya typo.

.

Disclaimer :: KyuMin milik Tuhan, Orang tua mereka, Super Junior, Elf, Sparkyu, Pumpkins, Joyer dan Saya^^

.

~oOo~

.

Empat orang paruh baya itu terlihat memasuki kediaman Lee dengan senyum bahagia disudut bibir mereka.

“Aku senang sekali akhirnya bisa menginjak tanah Korea lagi.” Heechul, Yeoja yang masih terlihat cantik itu mulai berbicara saat mereka sudah masuk ke kediaman Lee.

Leeteuk, yeoja paruh baya yang tampak keibuan itu hanya tersenyum seraya mulai meletakkan tas yang sejak tadi ia bawa ke sembarang arah. “Duduklah. Aku akan membuatkan minum sebentar.” Jawabnya seraya melangkah menuju dapur.

“Aku yang dingin ya yeobo.” Kangin sedikit berteriak agar suaranya terdengar sampai ke telinga Leeteuk.

“Aku dan Hannie juga.” Ujar Heechul.

Arasseo! Kalian duduk saja yang tenang.” Jawab Leeteuk dari dapur.

Tiga orang itu hanya tersenyum mendengar jawaban Leeteuk dan segera duduk di sofa.

“Kenapa kita bisa sampai di Korea bersamaan begini?” Tanya Hangeng pada Kangin.

Molla~ Aku juga tak tahu.” Jawab Kangin seraya menyandarkan punggungnya di sofa.

“Mungkin jodoh. Kita bertetangga juga jodoh, bukan?” Tanya Heechul.

“Iya noona. Keluarga kita berjodoh.” Jawab Kangin.

Heechul mengerjapkan matanya beberapa kali saat mendengar ucapan Kangin. “Benarkah? Jika begitu… Apa boleh Kyuhyun dan Sungmin―”

“Minumannya datang…”

Leeteuk berjalan mendekati sofa dan terlihat membawa sebuah nampan yang sudah bertengger empat gelas disana.

Yeobo~ minumanmu sungguh menggiurkan.” Kangin menelan salivanya susah melihat gelas yang dibawa Leeteuk.

“Minum sepuasmu yeobo.” Leeteuk tersenyum seraya menghidangkan gelas itu dihadapan mereka.

“Ayo minum.” Suguh Leeteuk lagi.

“Aku minum!”

Kangin yang pertama menyambar gelasnya dan disusul Heechul, lalu Hangeng dan terakhir Leeteuk.

“Haah~”

Empat orang itu bernapas lega saat cairan dingin menerobos tenggorokan mereka.

“Kenapa Kyuhyun dan Sungmin tak menjemput kita?” Heechul mulai bertanya saat tak melihat sosok anak mereka di bandara tadi.

“Mungkin mereka tak tahu. Lagipula kita sampai jam dua tadi, mungkin saja mereka punya kelas.” Jawab Leeteuk.

“Benar! Lagipula memangnya noona memberitahukan pada Kyuhyun jika kalian akan pulang sekarang? Tidak, kan?” Tanya Kangin.

“Iya yeobo. Karena terlalu bersemangat kau lupa memberitahu Kyuhyun.” Ujar Hangeng.

“Benar~ Ini salahku yang tak memberitahunya. Hmm… Apa eonnie memberi tahu Sungmin?” Tanya Heechul.

Leeteuk menggeleng. “Aku ingin membuat kejutan pada anakku. Yakin sekali dia akan terkejut mendapati sosok kita disini.” Ujar Leeteuk.

Heechul mengangguk.

“Apa kau tak mau menghubungi Kyuhyun?” Tanya Hangeng.

“Eh? Kenapa?” Tanya Heechul.

“Mana tahu anak itu tak tahu kita ada disini. Tanyakan saja kapan dia pulang dan kita akan memberi kejutan juga padanya.” Jawab Hangeng lagi.

Heechul mengangguk lagi seraya mengambil ponselnya dari dalam tas. Mencari kontak nama Kyuhyun lalu mendialnya.

Tuut tuut~

Tuut tuut~

Heechul mengerutkan dahi saat panggilannya tak diangkat oleh Kyuhyun.

“Kemana anak itu?” Heechul ingin mencoba menghubungi Kyuhyun lagi.

“Jangan, mana tahu anak itu sedang belajar.” Cegah Hangeng.

“Hm.. Mungkin juga.” Jawab Heechul seraya memasukkan lagi ponselnya ke dalam tas.

“Sebelum kalian kembali ke rumah, bagaimana jika kita melihat kamar Sungmin?” Tanya Leeteuk.

Seketika itu juga mata Heechul membulat senang. “Jeongmal eon?” Tanya Heechul setengah berteriak.

“Kenapa? Kau tak mau?” Tanya Leeteuk sedikit menggoda.

“Bagaimana aku tak mau? Malah aku sangat ingin melihatnya, sayang sekali anakmu itu selalu melarangku.” Jawab Heechul.

“Dia hanya tak ingin kau mengejek keadaan kamarnya. Ayo kita kesana sebelum putri manja itu datang.” Ucap Leeteuk seraya bangkit dari duduk.

Heechul tersenyum dan ikut bangkit dari duduknya. “Kajja!” Jawab Heechul semangat.

.

~oOo~

.

.::. The future .::.

Tak dapat Yoogeun pungkiri lagi jika kakinya sakit bukan main sementara tujuan mereka belum juga jelas akan kemana.

Oppa~ Hyemi turun saja.”

Yeoja  kecil itu hampir menangis mengucapkan kalimat itu saat merasakan tubuh bergetar Yoogeun.

Aaniya.. Oppa tak akan membiarkan saeng oppa kelelahan..” Jawab Yoogeun susah payah.

“Hiks~ babo oppa! Aku sudah bilang bisa berjalan!” Hyemi yang kesal akhirnya terisak pelan dan sedikit memukul punggung Yoogeun.

“Jangan banyak bergerak saengah~ nanti tubuhmu semakin berat.” Ujar Yoogeun.

Hyemi kaget akan ucapan Yoogeun dan dengan cepat yeoja itu menghentikan semua pergerakan tubuhnya.

Oppa lelah? Haus?” Tanya Hyemi lagi.

“Tenang saja. Oppa masih kuat.” Jawab Yoogeun.

Hyemi ingin menangis lagi mendengar jawaban sok tegar Yoogeun. “Kenapa oppa begitu keras kepala?” Lirih Hyemi.

“Karena oppa anak dari Cho Kyu-Min. Makanya itu oppa keras kepala.” Jawabnya seraya tersenyum.

Hyemi tak sengaja ikut tersenyum. “Babo~” Lirih Hyemi.

Yoogeun membenarkan letak tubuh mungil itu dalam gendongannya dan kembali berjalan tergopoh-gopoh.

“Setelah ini Hyemi ingin meminta appa dan umma memijat kita berdua.” Ujar Hyemi.

“Setuju! Mereka harus membayar lebih untuk ini.” Jawab Yoogeun.

Dan tawaan yang dipaksakan itu meluncur dari mulut mungil mereka.

Oppa!” Hyemi menghentikan tawaannya saat melihat pemandangan didepan sana.

Wae?” Tanya Yoogeun.

“Itu~ Bukankah taman waktu itu?” Tanya Hyemi seraya terus menatap arah depan.

Yoogeun yang semula menatap jalanan mulai mengalihkan pandangannya menuju arah depan.

Mata Yoogeun membulat senang. “BENAR! TAMAN WAKTU ITU!” Teriak Yoogeun.

.::. The future .::.

.

~oOo~

.

Dua sosok yeoja paruh baya itu sudah sampai di depan pintu kamar Sungmin.

“Ckk ckk ckk~ lihat ini. Cat luarnya saja sudah merah muda.” Ujar Heechul seraya menggelengkan kepalanya.

Leeteuk tersenyum seraya menggapai knop pintu dan memutarnya. “Itu yang membuat dia tak mau kau melihat kamarnya. Kau akan mengejeknya terus.” Ujar Leeteuk seraya mendorong pintu kamar Sungmin agar terbuka lebar.

“Mengejeknya adalah sesuatu kepuasan tersendiri, eonnie. Aku paling senang melihat wajah anakmu merona begitu.” Ujar Heechul.

Dua sosok itu mulai masuk ke dalam kamar dan seketika itu juga mata Heechul harus kembali membulat.

“Kagumkah? Atau merasa sesak?” Tanya Leeteuk.

“Sesak~” Jawab Heechul tanpa sadar. “Apa-apaan ini? Dinding merah muda, jam, karpet, meja belajar, lemari, bahkan ini!” Heechul mendekati ranjang Sungmin.

“Kasur dan selimut ini juga merah muda. Aku yakin bantalnya juga merah muda.”

Sreet

Heechul menyingkap selimut yang terlihat berantakan itu agar memperlihatkan bantal Sungmin.

“Aku sangat yakin ini pasti me― OMO!!”

Mata Heechul membulat sempurna saat melihat pemandangan dua sosok berbeda jenis itu saling berpelukan diatas ranjang.

“HYAAAA!!!”

Heechul berteriak sejadi-jadinya.

.

~oOo~

.

Heechul memandang geram ke arah Kyuhyun seraya meremas kuat tangan Hangeng yang sedari tadi ia genggam.

“Akh! Yeobo~ tanganku sakit.” Hangeng meringis saat genggaan itu terus saja menyesakkan tangannya.

“Kau― Kalian sudah?” Tanya Heechul masih dapat meredam emosinya.

“Apa umma? Sudah apa? Kau terlalu jauh berpikir.” Ujar Kyuhyun.

YA Cho Kyuhyun! CEPAT KATAKAN!” Teriakan pertama sudah lolos dari mulutnya.

“Aku tak tahu sudah apa? Jika itu yang jelek maka belum.” Jawab Kyuhyun.

“Benarkah? Ini bukan akal-akalan jahilmu untuknya lagi bukan? Kau berani menidurinya?” Terus saja teriakan itu terdengar.

“Meniduri apa umma? Aigoo! Kau lihat tadi kami memakai baju lengkap, eoh? Aku tak sejahil itu sampai harus merebut keperawanan anak gadis orang. Kau terlalu mesum!” Cibir Kyuhyun.

“Kau juga mesum!” Hangeng ikut berbicara.

“Kau juga mesum, Hannie!” Jawab Heechul.

Hangeng terdiam terdiam beberapa saat. “Aku membelanya, kenapa dia malah menusukku?” Lirih Hangeng.

“Jadi benar kalian tak berbuat apapun?” Suara Kangin terdengar menengahi pertengkaran itu.

“Tentu saja tidak ahjussi. Kau harus percaya padaku. Aku walau nakal tapi kau mengenalku, bukan?” Tanya Kyuhyun seraya menatap Kangin dengan tatapan memohonnya.

“Benar juga. Tapi kenapa kalian tiba-tiba tidur bersama? Bukankah hubunganmu dan Sungmin tak baik?” Tanya Kangin.

“Itu~ Dia ada masalah ahjussi. Makanya aku menghiburnya dan tak sengaja tertidur di kamarnya.” Jawab Kyuhyun.

“Benarkah?” Tanya Heechul.

“Jangan membuat masalah tambah keruh, Ahjumma!” Jawab Kyuhyun.

MWO? Ahjumma!” Heechul kembali berteriak. “Kurang ajar sekali anak ini.” Geram Heechul.

“Habisnya umma mengesalkan! Aku tak tahu harus mengatakan apa lagi untuk meyakinkan umma.” Ujar Kyuhyun frustasi.

“Siapa yang tak curiga? Kalian masih meringkuk di ranjang jam segini. Tepat jam empat sore. Apa yang kalian lakukan selama itu, eoh?” Tanya Heechul lagi.

“Sebenarnya kami sudah bangun dari tadi pagi. Sungmin kembali menangis dan terpaksa aku menyuruhnya tidur lagi dan akhirnya aku tertidur juga umma. Hanya begitu saja.” Jawab Kyuhyun.

Oh my~ aku tak tahu lagi harus percaya akan ucapan konyol namja mesum ini atau tidak!” Jawab Heechul.

Umma harus percaya. Karena Kyunnie tak pernah berbohong.” Jawab Kyuhyun.

Aish!” Heechul menyandarkan punggungnya setelah mendengar ucapan Kyuhyun. Heechul baru menyadari jika Kyuhyun memang tak pernah berbohong untuk hal yang terlalu serius seperti ini sebelumnya, walau dia sangat nakal.

‘Sayang sekali. Padahal aku berharap sungmin hamil biar mereka berdua menikah! Aish!’ Heechul berucap dalam hati seraya mulai mengacak rambutnya asal.

“KYU!” Suara teriakan Leeteuk terdengar dari tangga penghubung lantai dua.

Ahjumma, ada apa?” Kyuhyun langsung bangkit dari duduk saat melihat raut pucat Leeteuk.

“Sungmin dari tadi menangis terus Kyu. Ahjumma menanyakan dia kenapa? Tapi tak ada satu jawabanpun yang keluar dari mulutnya.” Leeteuk hampir menangis mengatakan kalimat itu.

Arasseo. Ahjumma disini saja biar aku yang menannyakannya pada Sungmin.” Ujar Kyuhyun seraya mendekati Leeteuk dan mengusap bahu yeoja paruh baya itu lembut. “Percayakan padaku, umma~” Lirih Kyuhyun.

Leeteuk membulatkan matanya mendengar ucapan tak jelas Kyuhyun. “Eh? Uumma?” Tanya Leeteuk.

Kyuhyun tersenyum sekilas kemudian mulai melangkah meninggalkan ruang tamu.

Empat pasang mata itu mengarah pada punggung Kyuhyun yang perlahan menjauhi mereka.

“Apa kalian― mendengar jika dia memanggilku umma?” Tanya Leeteuk.

MWO?” Heechul sedikit berteriak mendengar ucapan Leeteuk.

.

~oOo~

.

Cklek

Kyuhyun membuka pintu kamar Sungmin lalu setelah masuk segera menutup pintu itu lagi.

“Ming~” Kyuhyun mendekat dan duduk dipinggir ranjang Sungmin, mengusap rambut berantakan itu.

“Kyu~ Aku ingin anakku Kyu~ Aku ingin anakku!” Sungmin berbicara dengan tatapan kosongnya.

“Ming~”

Kyuhyun segera memeluk tubuh itu erat seolah tak ingin melepaskannya.

“Hiks~ Cari anakku Kyu. Bukannya kau berjanji akan melaporkan ini ke polisi?” Tanya Sungmin lagi.

“Tak bisa Ming. Umma dan appa kita sudah kembali dan apa yang harus kita lakukan jika melaporkan anak kita hilang padahal kita belum menikah.” Ujar Kyuhyun.

“Aku tak perduli. Aku tetap menginginkan kau melaporkan ini Kyu. Jebal~ cari anakku, dapatkan mereka lagi Kyu, jebal~” Air mata Sungmin kembali membasahi pipi bulatnya.

“Ming~ aku mohon bersabarlah sedikit lagi. Aku mohon~” Ujar Kyuhyun.

“Kyu~ cari dulu anakku sekarang, ne? Aku menginginkan mereka Kyu~”

“Pertengkaran yang manis~”

Sreet

Suara lembut yang terdengar di dekat pintu geser kaca penghubung kamar dan balkon itu membuat KyuMin melepaskan pelukan mereka dan menatap sumber suara.

Sosok yang dibaluti gaun putih itu tersenyum lalu mulai mendekati ranjang.

Sungmin mengerutkan dahi. ‘Bukannya pintu itu dari tadi terkunci?’ Tanya Sungmin dalam hati.

“Maksudmu?” Tanya Kyuhyun.

“Kau pasti tahu apa maksudku, Kyunnie babo~” Jawab Yeoja itu.

Eonnie siapa?” Sungmin yang penasaran akhirnya bertanya.

Eonnie? Eonnie ya Eonnie.” Jawab yeoja itu asal.

“Bagaimana kau bisa masuk kemari?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Apa yang tidak bisa aku lakukan. Untuk membantu kebahagiaan adikku yang bodoh saja aku bisa.” Jawabnya.

Kyuhyun dan Sungmin mengerutkan dahi mereka.

“Maksud noona?” Tanya Kyuhyun.

“Hmm… Kau sudah semakin tampan. Tak salah jantungku menetap didalam tubuhmu.” Jawab yeoja itu.

“Bahagiakan umma dan appa, ne? Awas saja jika kau membuat mereka sedih. Aku akan bangkit dari kubur dan meminta jantungku lagi.” Ujar Yeoja itu sedikit tersenyum.

“Kau ini berbicara apa?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Aigoo~ anak manja dan lemah sepertimu belum mengerti juga ya? Ya sudah. Memang susah menjelaskannya padamu.” Jawab yeoja itu lagi.

Eonnie~ tapi kami memang benar-benar tak mengerti.” Jawab Sungmin.

“Itu memang tujuanku. Membuat kalian bingung.” Jawab Yeoja itu.

“Kau aneh! Orang aneh yang sangat aneh!” Umpat Kyuhyun.

Yeoja itu hanya bisa memajukan sekilas bibirnya sekilas mendengar ejekan Kyuhyun, masih berdiri dihadapan KyuMin.

Tapi beberapa saat kemudian yeoja itu tersenyum. “Mendapati ejekanmu lebih membuatku tenang daripada melihatmu terbujur lemah diatas ranjang. Baby Kyunnie tak boleh lagi begitu.” Ucap yeoja itu tulus.

“Kau ini siapa noona? Janga membuat teka-teki disini.” Akhirnya Kyuhyun hilang kesabaran dan sedikit berteriak.

“Ah~ Teriakanmu juga indah, tapi akan lebih indah jika kau bernyanyi untukku suatu saat nanti.” Jawabnya.

Noonayah~ aku tak mengerti, sungguh~” Ujar Kyuhyun.

Yeoja itu tersenyum dan mengangguk sekilas. “Sepertinya sudah waktunya. Aku sudah menunjukkan mereka jalan pulang dan tak ada gunanya lagi kalian mengingat semua ini.” Ujarnya.

“Maksud eonnie?” Tanya Sungmin.

“Setelah bangun, kalian akan melupakan semua dan kalian akan mendapati mereka lagi di kehidupan mendatang, tapi jika kalian tidak juga bersatu disini maka mereka akan terus menunggu ditaman itu sampai kalian benar-benar menikah disaat ini. Kalian yang dapat menyelamatkan mereka dan kalian juga kunci dikehidupan mendatang akan menemui mereka di taman itu.” Ujarnya lagi.

Kyuhyun memijit pelipisnya. “Kau berbicara apa noona.” Ujarnya.

“Maksudmu kunci dan bertemu di taman itu apa?” Tanya kyuhyun lagi.

Yeoja itu tersenyum. “Aku akan menjelaskannya lagi.” Jawabnya. “Jika kalian menikah di kehidupan ini maka aku dapat memastikan Yoogeun dan Hyemi akan kalian dapatkan dikehidupan mendatang. Tapi jika kalian tetap saling mempertahankan ego malah sampai tak jadi menikah akan membuat kalian dan YooMi tak akan saling bertemu dikehidupan selanjutnya. Yoogeun dan Hyemi akan selalu menunggu kalian di taman itu dan kalian akan selalu berjalan di gang itu tanpa bertemu dengan mereka.” Jawabnya.

Mata KyuMin membulat mendengar penuturan yeoja asing itu.

“K―kau mengenal Yoogeun dan Hyemi?” Tanya Sungmin.

Yeoja itu tersenyum lalu mendekati KyuMin. “Tentu saja aku tahu.” Ujarnya seraya menyentuh dahi Sungmin dengan ujung telunjuk kanannya. “Sekarang saatnya kalian kembali dan melupakan semua tentang mereka.” Ujarnya.

Brugh

Sungmin tumbang dan jatuh tertidur diranjang saat telunjuk yeoja itu sudah tak mendarat lagi didahi Sungmin.

Kyuhyun kaget bukan main melihat keadaan Sungmin.

YA! Apa yang kau lakuk―”

Cup~

Kyuhyun membulatkan matanya saat bibir dingin itu mengecup dahinya lembut. “Cari dan tentukan kebahagiaanmu sekarang, jagi~” Ujarnya seraya menyentuh dahi Kyuhyun menggunakan ujung telunjuknya lagi.

Noonoona…”

Brugh

Kyuhyun ikut tumbang dan tertidur disamping tubuh Sungmin.

“Mereka menunggu kalian~” Lirih yeoja itu sebelum melangkah mundur lalu menghilang dengan perlahan. Ada sedikit kesedihan kala mata yeoja itu memandang dua sosok yang tengah tertidur diatas ranjang. “Sampai jumpa~” lirihnya lagi sebelum benar-benar menghilang.

.

~oOo~

.

:: Seminggu kemudian ::

Sungmin dan Ryewook duduk di kursi kantin seraya terus fokus akan makanan mereka. Tapi tidak dengan Ryeowook, sesekali mata Ryewook menatap ke samping tepat meja Kyuhyun tak jauh dari mejanya.

“Kenapa aku merasa mata Kyuhyun melirik kesini?” Tanya Ryeowook.

Sungmin yang sedari tadi membaca buku yang ia pegang akhirnya menatap meja Kyuhyun.

Deg~

Sungmin merasa hatinya kembali ngilu saat matanya dan Kyuhyun bertemu tatap.

Dengan segera Sungmin memutuskan kontak mata yang sempat terjalin itu.

“Perasaanmu saja.” Jawab Sungmin cepat seraya menghabiskan makanannya dnegan tergesa-gesa.

YA! Kalian kenapa? Kemarin bertengkar dan sekarang malah tak saling sapa seperti tak pernah kenal sebelumnya. Kenapa? Apa yang terjadi?” Tanya Ryeowook.

Sungmin menghentikan gerakan tangannya dan menatap Ryeowook. “Aku~ aku juga tak mengerti.” Jawab Sungmin.

“Haah~ Padahal aku mengira Kyuhyun memutuskan Haneul gara-gara kau. Belum lagi Jungmo sepertinya menyerah.” Ujar Ryeowook lagi.

Sungmin mengerjapkan matanya beberapa kali. “Jadi? Haneul dan Kyuhyun putus itu bukan mimpi semata?” Tanya Sungmin.

“Mimpi apa? Jelas bukan mimpi. Sampai kau dan Haneul bertengkar hebat.” Jawab Ryeowook seraya mengaduk bubur dalam mangkuknya malas.

OMO! Itu juga bukan mimpi?” Tanya Sungmin.

“Mimpi lagi. Dalam otakmu hanya ada mimpi ya Min?” Tanya Ryeowook kesal. “Jelaskan saja kenapa mendadak kau menjauhinya?” Tanya Ryeowook.

“Itu―” Sungmin menutup bukunya dan memandang mangkuk bubur itu sedih. “Aku tak tahu Wookie. Tiba-tiba saja hatiku sakit melihat dia. Seperti sesak yang sangat dan hatiku tak bisa menerimanya begitu saja.” Ujar Sungmin.

“Apa yang dilakukannya sampai membuatmu begini?” Tanya Ryeowook heran.

Molla~ Aku saja tak mengerti.” Jawab Sungmin. “Aku sudah mati-matian mencari apa kesalahannya dan hatiku tak bisa menjawabnya. Tak ada jawaban dan hanya ada perih yang tersisa disini.” Jawab Sungmin seraya menyentuh dadanya.

“Aneh sekali. Kau berlebihan Min. Dia tak seburuk yang terlihat.” Ujar Ryeowook.

“Aku saja tak tahu kenapa Wookie, jadi kau jangan menghakimiku lagi.” Ujar Sungmin.

“Tsk! Arasseo.” Ujarnya. “Tapi masih saja tak masuk akal. Kenapa bisa sesak jika tak mendapati apa kesalahannya. Benar-benar suatu keanehan.” Ujar Ryeowook lagi.

YA! Aku saja tak―”

Drrtt ddrrrttt

Ponsel Sungmin bergetar dan dengan cepat yeoja itu menyambar ponsel yang sedari tadi ia letakkan diatas meja, tepat disamping mangkuk buburnya.

Sungmin membaca pesan singkat itu dan sontak membereskan tasnya.

“Mau kemana?” Ryeowook yang kaget mendapati tindakan Sungmin segera bertanya.

“Jungmo oppa ingin menemuiku.” Ujarnya.

“Siapa? Jungmo?” Tanya Ryeowook.

Sungmin mengangguk sekilas. “Ada yang ingin dijelaskannya.” Jawab Sungmin.

“Tapi bukannya kau dan Kyuhyun masih berpacaran?” Tanya Ryeowook lagi.

Sungmin kali ini benar-benar terkejut bukan main. “MWO? Itu juga bukan mimpi?” Tanya Sungmin lagi.

Ryeowook mengerutkan dahinya mendengar ucapan Sungmin. “Kau terlalu sering menghayal, makanya yang nyata sampai kau sangka mimpi juga.” Ejeknya.

“Jadi aku dan dia sungguh-sungguh berpacaran?” Tanya Sungmin.

“Tentu saja. Dan jangan bilang kau ingin berpacaran dengan Jungmo oppa sebelum putus darinya.” Jawab Ryeowook.

Sungmin terdiam, menatap kosong kedepan mendengar ucapan Ryeowook.

“Putus lebih baik daripada~ hatiku selalu berdenyut nyeri melihat wajahnya terus-menerus.” Ujar Sungmin.

“Aku ingin mengobati sakit hatiku dengan sosok Jungmo dan aku yakin Jungmo bisa.” Ujar Sungmin lagi.

Sungmin perlahan bangkit dan mulai menyandangkan tasnya. “Aku pergi dulu. Tak enak membuat Jungmo oppa menunggu.” Ujar Sungmin sebelum benar-benar berlalu dari meja kantin itu.

“Tsk! Kekanakan!” Lirih Ryeowook saat melihat punggung Sungmin perlahan menjauh dari pandangannya.

Noona. Mau kemana dia?” Kyuhyun yang tiba-tiba sudah duduk didepan Ryeowook langsung bertanya.

OMO!” Ryeowook memegang dadanya pertanda kaget mendapati ucapan mendadak Kyuhyun. “Iblis tetap iblis~” Lirih Ryeowook.

“Jangan mengejekku noona. Cepat jelaskan dia mau kemana?” Tanya Kyuhyun.

“Tentu saja mau melupakanmu! Kau membuat hatinya nyeri setiap dia melihatmu. Apa yang kau lakukan padanya?” Tanya Ryeowook.

Aish!” Kyuhyun mengacak kasar rambutnya frustasi. “Molla noona. Aku mencoba menjadi pacar yang baik padanya tetapi dia malah ketakutan dan terlihat jijik padaku. Seperti aku sudah merebut ataupun menghilangkan benda kesayangannya sampai dia ketakutan begitu padaku. Aku saja bingung.” Jawab Kyuhyun.

“Mungkin kau terlalu menunjukkan sisi mesummu padanya, makanya Minnie eonnie jadi ketakutan begitu.” Jawab Ryeowook.

YA!” Kyuhyun berteriak kencang dan membuat puluhan mata yang berada dikantin menatap meja mereka.

“Ah~ mian…” Kyuhyun membungkuk sekilas untuk meminta maaf sementara Ryeowook hanya menahan tawanya mendapati tindakan Kyuhyun.

“Kau sama saja dengan ummaku. Selalu menganggapku mesum.” Jawab Kyuhyun, kini dengan nada pelan.

“Kau cukup menyedihkan jika menyangkut cinta. Kasian sekali.” Cibir Ryeowook.

“Benar! Aku memang sangat menyedihkan. Tak tahu apa-apa malah dijauhkan begini. Ini sudah seminggu semenjak dia bersikap aneh padaku, noona.” Jawab Kyuhyun.

“Haah~ Sepertinya kau tak berjodoh dengannya. Kau tahu? Dia ingin melupakan sakitnya melihatmu dengan menemui Jungmo.” Ujar Ryeowook.

Kyuhyun sontak membulatkan mata dan menatap Ryeowook kaget. “Maksudmu?”

“Aku sebenarnya suka melihat Sungmin pacaran dengan Jungmo, tetapi entah kenapa melihat dia bertengkar denganmu lebih bahagia lagi. Kalian melepaskan perasaan dan tak malu untuk mengungkapkan saat bertengkar itu.” Jelas Ryeowook.

“Untuk itu. Kejar dia sebelum benar-benar dihapus menjadi jodohmu. Mungkin dia masih dilapangan kampus jika kau berlari dari sini.” Ujar Ryeowook.

Sreet

Kyuhyun segera berdiri dari duduk dan melangkah meninggalkan meja Ryeowook. “GOMAWO NOONA!” Teriaknya sebelum benar-benar menghilang dari kantin.

Ryeowook hanya bisa tersenyum melihat ulah Kyuhyun. “Sepertinya kelinci lebih baik dijaga serigala.” Lirih Ryeowook.

.

~oOo~

.

Sungmin menyusuri halaman kampus itu setengah berlari karena yakin Jungmo sudah menunggunya dipintu gerbang kampus.

Brugh

Buku yang ia letakkan dalam tas mendadak jatuh berhamburan diatas tanah.

Aish!” Sungmin segera berjongkok dan membereskan buku-buku itu untuk kemudian meletakkannya kembali kedalam tas.

“MINNIE~”

Sungmin dapat mendengar suara Jungmo dari jarak sejauh itu dan melihat Jungmo melambaikan tangannya di dekat pintu gerbang kampus.

Sungmin tersenyum sekilas dan berniat melangkah.

Sreet

Langkah itu segera terhenti saat lengannya di tarik paksa dan membuat Sungmin mau tak mau membalikkan tubuhnya.

Deg~

Lagi hati Sungmin berdenyut nyeri saat matanya menatap wajah Kyuhyun.

Sreet

Dengan gerakan perlahan Sungmin melepas cekalan tangan Kyuhyun dan membalikkan lagi tubuhnya.

“A―aku harus pergi.” Lirih Sungmin dan berniat melangkah. Tapi lagi-lagi harus terhenti saat tangan Kyuhyun menarik kasar tangannya sampai tubuh mungil itu jatuh ke pelukan Kyuhyun.

Sungmin kaget. Benar-benar kaget mendapati kelakuan Kyuhyun. Belum lagi jarak tubuh mereka yang begitu tipis.

“Kyu~” Lirih Sungmin.

“Aku tak tahu apa yang terjadi diantara kita. Jujur tiba-tiba aku merasa bersalah tetapi sungguh tak tahu sudah melakukan kesalahan apa padamu.” Ujarnya.

Sungmin diam, memberanikan diri menatap mata Kyuhyun walau kini hatinya terus saja berdenyut sakit.

“Tapi~ maaf sekali Ming. Aku tak akan melepaskmu meskipun aku sudah melakukan kesalahan sekalipun padamu.” Sambung Kyuhyun.

Chu~

Mendadak tubuh Sungmin menjadi kaku dan tak bisa dipungkiri hatinya terus berdenyut perih, malah kini sudah sakit bukan main. Terlebih saat bibir mereka bertemu dan saling bertaut.

.

~oOo~

.

 

T. B. C


56 respons untuk ‘KYUMIN FANFICTION \ THE FUTURE | GS / CHAPTER 14

  1. Aduh sedih banget klo hyemi bilang dia pengen minum susu (loh?)
    Semoga yoogeun hyemi cepet ketemu sama kyumin di masa depan ya :”
    Tapi aku kok agak ga ngerti setelah si eonni/noona-pake-baju-putih bikin kyumin pingsan terus ya gtu agak bingung :/
    Next part nya semoga cepet di publish ya sumpah aku penasaran xD

  2. yah akhirnya YooMi kembali kemasa depan, klo gitu persatukan KyuMin dimasa lalu secepatnya biar YooMi segera bisa berkumpul dengan KyuMin dimasa depan kasian kalo kelaman muter muter ditaman n digang, dan jalan ceritanya udah bagus mengalir tp entar kalo bisa jangan sampai kehilangan unsur roman yg lucu biar cerita ini tetap ringan tp tetap berasa komlit, oya jangan bikin konfik terlalu berat ya dan cepet nikahin KyuMin udah gak sabar nich nunggu ch depan, semangat terus ya hhee…. (^_^) HWAITING!!

  3. finally update,hihi…gumawo eon!!!
    ayo perjuangkan cintamu kyuppa!!!jgn kalah ma jungmo…. 🙂
    tp uri YooMi kenapa kembali,hiks2…moga2 mreka cepat bertemu dgn umma dan appa mereka ya eon,hehe…
    q tnya nh eon??knp stelah mreka kembli ke kehidupan normal kok hati umin jd sakit???emg kyuppa udah pnya slah pa ya eon ke umin??he…bingung q eon 🙂
    oke deh lanjuuuuuuuuuutttttttt….moga2 update kilat,hehe…gumawo

  4. cho ahra scra tdk lgsg mnjd penyatu kyumin di ms muda dgn prntara 2 anak itu,krn kyu dan umin msg2 mmlki ego yg tinggi,itu yg aq tngkp dr crtaY,aq bnrkh? Lnjt y

  5. kyaaaa ingatan kyumin tentang yoomi benar benar di hapus kah? sayang sekali..
    tapi itu juga bagus. soalnya kasian minnie kalo inget yoomi terus..
    semoga kyumin cepet cepet nikah, punya anak hahhaha 😀
    semoga apa yang di harapin ahra unnie bener bener terkabul ^^
    lanjut unnie.. HAITING!!! ><9
    eh apa selain kyumin semuanya pada ingat sama yoomi?

  6. kyaa, aigoo aigoo YooMi udah balik ke masa depan
    hmm, mulai jelas nih semua
    Cho Ahra kakak Kyuhyun mendonorkan jantungnya buat Kyuhyun, tp Kyuhyun ga tau
    Cho Ahra datang untuk menyatukan KyuMin dengan bantuan YooMi dari masa depan

    awalnya sih agak2 bingung, sama sosoknya Cho Ahra, krn ga jelas tujuannya apa

    drama yang sebenarnya ada di chap yang ini, hmm daebak
    lanjut lah…

  7. Ayo cepat bersatulah kalian kyumin.
    YooMi menunggu kalian.

    Berhenti bersikap egois sadarilah perasaan kalian masing2.

    Wah cho ahra meninggal gara2 mendonorkan jantungnya ke kyuhyun ya??

    Lanjut eon.
    Ditunggu next chap.

  8. Aishhh cepet bersatu dong T.T supaya yoogeun-hyemi bisa cepet ketemu KyuMin masa depan… Agak horor juga ya pas ahra bilang.. Kalo KyuMin masa depan akan terus berjalan di lorong, dan YooMi akan selalu menunggu ditaman kalo KyuMin gak bersatu dalam suatu ikatan pernikahan

  9. aigoo kluarga cho mesum smua, heenim mikirin cucu mulu, nikahin dlu dong kyumin’y 😉

    ya, umin knpa mikir’y gitu? fmna nasib yoomi klo kalian g brsatu?

    next chap dtggu 😉

  10. Heeiii kok kyuppa gk kenal ma ahra..?? Ntr bkal djlsin gk spa ahra..?? Kyumin…
    Brstulah agr dmsa dpn klian bs ktmu ma YooMi lgi..
    Hyemi pngin susu..??
    Sbr ne hyemi.. Doa aja mga ummppa kalian cpt brstu
    Next .. Next.. Next
    update kilat y chingu..
    Hwaiting

  11. Kyumin anak kalian menunggu.. Jgn berantem trs. Cpt bersatu spy bisa ketemu YooMi. Ohhh ternyt Ahra unnie sdh meninggal,dan ksh jantung nya ke kyu. Scr gak langsung yg nyatuin kyumin 🙂

  12. Hah …
    Yoomi Q *kabur* ,,
    Mian bru coment, internet Q lemot ..
    Ayo Kyuppa MinMa MENIKAH .. MENIKAH .. MENIKAH …
    *Pasang Janur Kuning* kkkk ..
    Eonnie Fithing ne ..
    Kga bsa coment apa” lgi ,,

  13. Waaach,, YooMi udah kembali ke masa depan…

    Aduuuh, skrg tinggal nunggu KyuMin…, smoga kYumin cepat menikah agar Yoogeun n Hyemi cepat hadir di kehidupan mereka lagi..

    Next chap nya di tunggu cinghu…
    Hwaiting 🙂

  14. yooMi dah kmbali ke masa depan,, ehh berati ahra meninggal karna donorin jantungnya ke kyu yaa,, kok bhas ttg jantung2 gtu,, apa sblum donorin emang ahra dah mau meninggal karna punya penyakit ato apa,,hmm pnasaran..
    tak kira setelah semua kmbali,, kyumin juga bakalan kmbli musuhan ehh gk taunya mreka tetep pcara,,
    tapi knapa mreka malah kayak gtu. ming ngrasa nyesek kalo ktmu kyu, n kyu malah mrasa bsalah ke ming walaupun dy sndiri gak tau apa salahnya,, haduhh critanya makin membuat pnasaran n jadi geregetan.. 🙂
    ditunggu klanjutanyya yaa 🙂

  15. kenapa umin jadi sakit hati gitu sama kyu ??
    apa umin lupa sama kejadian-kejadian manis brsama kyu ?
    aigooo jadi bingung sendiri saya
    ya sudah cepet dilanjut aja ne chingu !!
    hwaitingggg

  16. Huuweee (╥﹏╥) terhharu dgn jerih payahnya yoogeun untuk hyemi , yoogeun ama hyemi mmg yg terbaik (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)b

    Ya ya ya !! Ige mwoya ?! O.o
    Knp KyuMin jdi gitu ?!
    Klau KyuMin ga nikah, hyemi sama yoogeun bagaimana ?! (۳˚Д˚)۳

    Laanjut pliss lanjut (˘ʃƪ˘)

  17. semoga yoomi bsa menemukan kmbli jalan pulang,kasian mereka pasti cape bgt deh,yoogeun mang oppa yg penuh perhatian,syg bgt ma hyemi,

    ortu kyumin ngarep lebih tuh,
    kyuppa ayo perjuangkan minnie

  18. Jadi kyumin harus brsatu dulu d’masa skrng nih biar nnti bisa ktmu sama yoomi d’masa dpn?????
    Ayo dong kyu cpt lamar sungmin n jngn biarin dia d’milikin orng lain, nnti yoomi terus nunggu d’tmn itu loh kan kasian T_T

  19. pasti sakit itu karena kehilangan yoomi.. rindu sama anak2 ajaib ituu… jd yoomi itu anak mereka di kehidupan yg berbeda kan?? ayolah cepet nikah dan kalian akan segera ketemu yoomi..

  20. Yah yah yah kenapa Ahra harus menghapus ingatan Kyuhyun dan Sungmin di masa ini? Kalau mereka ndak bisa bersama bagaimana? Kasihan kan Yoogeun dan Hyemi harus menunggu terus di taman dan orang tua mereka ndak datang menjemput mereka. Jadi sedih, huweeee…. 😥 😥 😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.