Beranda » Young Lady » FF \ KYUMIN |YOUNG LADY | ELEVENTH/ GENDER SWITCH

FF \ KYUMIN |YOUNG LADY | ELEVENTH/ GENDER SWITCH

Sungmin tergesa-gesa keluar dari mobil. Ia melewati pelayan yang menunduk ke arahnya sebelum memasuki rumah. Saat melihat satu sosok yang tengah duduk di sofa ruang tamu membuat Sungmin tersenyum. Ia kembali bergegas dengan langkah hati-hati sebelum memeluk pria itu dari belakang.

~~o~oo~oOo~oo~o~~

Melani KyuMinElfsha

Young Lady

11th

Romance, Drama & Hurt

T

~~o~oo~oOo~oo~o~~

“Sudah pulang?” Pria itu tersenyum sebelum melepas pelukan Sungmin di lehernya. Ia membimbing Sungmin agar duduk di samping kiri.

“Hm. Aku tak tahu jika kau tiba secepat ini.”

“Karena ingin membahas mengenai pernikahan, aku jadi tak sabar menemuimu.” Jawab pria itu.

“Bukan karena ada bisnis dengan Seulgi?” Sungmin memicingkan mata melihat Kyuhyun.

“Ayolah. Dia hanya sahabatku, tak lebih.” Jawab Kyuhyun.

Sungmin kembali tersenyum sebelum merapikan kerah pakaian pria itu. “Baik, cukup membahas gadis sombong itu.” Ujarnya kemudian. “Ayah dan ibu juga dalam perjalanan. Karena kau bilang ingin kemari aku pulang lebih dulu.” Ujar Sungmin mengalihkan pembicaraan.

“Seharusnya kau pulang bersama ayah dan ibu. Aku bisa menunggu.”

“Kau benar, tapi aku ingin cepat-cepat melihatmu.”

“Setelah kita menikah kita tak akan berpisah. Kau mau ikut denganku ke Korea, bukan?”

“Memangnya kau tak mau tinggal disini?” Tanya Sungmin heran.

Pria itu menggeleng. “Disini terasa asing. Kau tak rindu suasana Korea? Korea sudah lebih maju sejak terakhir kali kau tinggalkan.” Bujuk Kyuhyun.

“Baiklah. Akan kupertimbangkan.”

Sungmin ingin membahas mengenai hal lain namun ponselnya berdering. Nomor ibunya, jadi Sungmin menerima dengan cepat.

“Ibu sudah sampai dimana? Kyuhyun sudah disini dan dia….”

Jawaban dari seberang telepon membuat Sungmin terdiam. Ia membeku di tempat sebelum akhirnya menjatuhkan ponsel.

“Ada apa?” Kyuhyun memungut ponsel di lantai lalu menjawabnya. “Ibu ada…” Kyuhyun terdiam saat seberang telepon memutuskan ucapannya. Kyuhyun membulatkan mata mendengar informasi yang sangat mendadak itu. Ayah dan ibu Sungmin dinyatakan meninggal di tempat akibat kecelakaan beruntun di dekat bandar udara Incheon.

***

Semua terasa sangat cepat. Sungmin bagai bermimpi saat melihat pigura ayah dan ibunya di depan sana. Semua orang yang mengenakan pakaian hitam datang dan mengatakan ikut berbelasungkawa. Sungmin tak banyak bicara. Ia hanya balas membungkuk dan menguatkan hati pada orang-orang yang sudah datang.

Hingga proses pemakaman berlangsungpun Sungmin tak banyak bicara. Kyuhyun yang ada di sampingnya terus memberi penguat. Ia tak pernah melepas genggaman tangan Sungmin saat menemani gadis itu ke pemakaman.

Setelah kembali dari sana Sungmin mengurung diri. Kyuhyun tak bisa masuk karena gadis itu mengunci pintu kamar. Kyuhyun memakluminya karena Sungmin pasti terpukul harus merelakan dua orang yang sangat ia cintai.

Kyuhyun ingin tinggal lebih lama, di sinilah perannya sebagai calon suami, namun apa daya saat Kyuhyun dihubungi pihak perusahaan. Mereka melapor ada satu masalah yang cukup riskan dan harus ditangani langsung oleh Kyuhyun.

“Tuan, jika memang mendesak tuan pulang saja. Jika sudah selesai urusan di Korea tuan kembali lagi kemari.” Kepala pelayan Im yang melihat gelagat bingung Kyuhyun mulai memberi solusi.

“Tapi Sungmin…”

“Nona muda serahkan pada kami. Kami bisa menjaga nona muda jadi tuan bisa menyelesaikan segala urusan dengan tenang.” Janji kepala pelayan Im.

Kyuhyun sebenarnya enggan. Ia menatap pintu kamar Sungmin dan kembali dilema. Tapi setelah berpikir akhirnya ia memilih pulang. Jika cepat diatasi maka Kyuhyun bisa kembali kesini menjemput Sungmin.

“Katakan padanya aku akan segera kembali jika masalah di Korea sudah bisa diatasi. Atau jika dia mau menyusul…” Kyuhyun mendekati meja nakas dimana buku kecil dan pena ada di sana. Kyuhyun menuliskan sesuatu di kertas sebelum menyerahkannya ke kepala pelayan Im. “Ini alamat rumahku di Korea, jika dia ingin menyusul malam ini juga aku tak keberatan.” Ujar Kyuhyun.

Kepala pelayan Im membungkuk. “Akan saya sampaikan tuan.” Ujarnya.

Kyuhyun menghela napas, ia sekali lagi menatap pintu kamar Sungmin yang tertutup sebelum melangkah menuruni tangga.

Di dalam kamar Sungmin masih menangis di bawah selimut. Semua kesedihan yang ia tahan sejak tadi akhirnya tumpah sudah. Sungmin tak tahu bagaimana ini bisa terjadi. Andai saja ia tak kembali lebih dulu maka ia bisa ikut dengan orang tuanya.

Sungmin merasa Tuhan tak adil. Mengambil kedua orang tuanya di saat bersamaan, bahkan dalam waktu dekat Sungmin akan menikah. Andai saja Sungmin bersama orang tuanya mungkin kecelakaan itu tak akan terjadi.

Sungmin terus menangis di bawah selimut hingga tak lama ia jatuh tertidur.

***

Nyaris tengah malam Sungmin terbangun. Ia menyingkap selimut dan menatap seisi kamar yang gelap. Ia bangkit dan menekan saklar lampu hingga kamarnya terang. Sungmin merasa haus, ia melangkah mendekati pintu lalu memutar kunci.

Saat berada di dapur ternyata kepala pelayan Im masih ada di sana.

“Nona.” Kepala pelayan Im bangkit dari duduk lalu bergegas mendekati Sungmin.

Keadaan gadis itu sangat kacau. Mata bengkak, rambut berantakan dan wajah pucat.

“Anda ingin makan?” Tawar kepala pelayan Im.

Sungmin menggeleng. Ia mendekati lemari pendingin lalu mengambil botol air mineral dari sana. Pelayan Im menunggu Sungmin menyelesaikan minum sebelum mengekori gadis itu menuju anak tangga.

“Aku mau sendiri.” Sungmin berbalik saat menginjakkan kaki di anak tangga pertama. “Aku tak akan melakukan apapun jadi kalian tak perlu cemas. Aku hanya ingin merenung sebentar.” Ujar Sungmin. “Karena ini sangat berat.” Sambung Sungmin dengan suara berbisik.

Kepala pelayan Im tertegun. Baru kali ini nona muda mereka berujar dengan nada rendah. Biasanya selalu meledak-ledak. Nona muda di rumah ini adalah putri satu-satunya. Sejak kecil sudah terbiasa memerintah, bahkan tak segan-segan memecat pelayan yang dianggapnya kurang menurut. Tapi lihatlah sekarang, nona muda ini berujar sangat sopan.

“Baik. Tapi saya mohon jika nona butuh apa-apa katakan saja langsung.”

“Baiklah.”

Kepala pelayan Im membulatkan mata. Ia tak menyangka akan mendengar jawaban setuju dari nona muda mereka. Kepala pelayan Im tak pernah meminta sesuatu pada Sungmin karena itu hal mustahil, tapi sekarang sungmin bisa diajak bekerja sama.

Sebelum berbalik Sungmin menatap sekeliling. “Kyuhyun?”

“Tuan muda meminta maaf karena tak bisa menemani nona. Beliau ada urusan mendesak di Korea, namun beliau berjanji akan segera kemari menjemput nona jika sudah menyelesaikan masalah disana.”

Sungmin terdiam sebentar sebelum menyerah. Ia mengangguk lalu berbalik demi menaiki anak tangga satu persatu.

Setelah kembali dari dapur Sungmin merebahkan diri di atas kasur. Ia menatap langit-langit di atasnya lalu kembali menerawang. Ia teringat akan kata-kata ibunya mengenai tatakrama. Sungmin selalu membentak orang yang lebih tua, merendahkan orang yang dianggap miskin dan masih banyak lagi.

“Itu bukan sikap terpuji.”

Sungmin menangis mengingat kalimat yang ibunya ucapkan. Ia sering mendengar itu, namun Sungmin abaikan begitu saja. Sekarang saat ibunya sudah tiada kalimat-kalimat nasihat itu terus teringat seolah menyadarkan Sungmin dari kesalahan sejak kecil.

Apa ini teguran Tuhan untuknya? Mungkin Tuhan sudah muak dengan sikap kurang ajar Sungmin, karena itu mengambil kedua orang tuanya. Untuk menghukum anak kurang ajar seperti Sungmin tampaknya semua takdir buruk ini bisa masuk akal.

Sungmin sangat menyesal. Andai saja ia tak mengabaikan nasihat ibunya dulu dan menuruti setiap ucapan ibunya mungkin Sungmin tak semenyesal ini.

Jika sudah kehilangan, maka penyesalan akan jelas terasa.

***

Belum sampai seminggu beberapa pria paruh baya berjas berkunjung dan ingin menemui Sungmin. Mereka mengatakan jika untuk sementara perusahaan utama dibawah kendalinya. Bahkan Sungmin tak menyelesaikan studi manajemen, bagaimana ia bisa menjadi pemimpin perusahaan sebesar perusahaan ayahnya? Ia juga tak fasih berbahasa Inggris namun karena amanat yang mendesak, Sungmin mau tak mau pergi juga ke perusahaan.

Di perusahaan ia tak sengaja bertemu Kimjung, pria yang dulu selalu ke rumahnya. Sungmin ingat jika ayahnya pernah mengatakan jika keluarga Kimjung sudah dianggap keluarga sendiri, namun setelah perdebatan besar itu mereka tak pernah berkunjung. Sungmin tak tahu jika Kimjung malah bekerja di perusahaan ayahnya.

Sungmin bertanya pada sekretaris ayahnya mengenai ruang kerja Kimjung. Ia ingin menyapa pria itu dan bertanya menapa tak menghadiri pemakaman orang tuanya, bukankah mereka bilang mereka seperti saudara?

Namun saat Sungmin tiba di ruang pria itu, ia malah dibuat tertegun. Pintu yang tadi sudah ia buka sontak tertutup sedikit. Sungmin mulai mendengarkan perbincangan di dalam sana.

“Harusnya kita tak lengah.”

“Benar. Kita tak tahu jika putrinya pulang lebih dulu. Jika saja mereka bertiga di satu mobil dan berakhir mati ketiga-tiganya maka perusahaan ini akan jatuh ke tangan kita. Saham terbesar dalam genggaman.”

Sungmin menutup mulutnya erat-erat sebelum menjauh dari pintu ruangan Kimjung. Apa-apaan ini? Jadi orang tuanya dibunuh? Bahkan mereka awalnya berniat membunuh Sungmin juga? Bagaimana bisa mereka melakukan pembunuhan pada orang yang sudah memberikan mereka tempat tinggal dan pekerjaan?

Sungmin menangis di kursi kerja. Hanya karena perusahaan mereka tega membunuh dua orang yang tak bersalah. Sungmin akan mengajukan masalah ini ke jalur hukum. Sampai mati Sungmin akan mengejar pembunuh orang tuanya hingga mereka mendapat hukuman yang setimpal. Sungmin ingin kasus ini diusut hingga tuntas.

Dering telepon di samping Sungmin membuat gadis itu tersentak. Sungmin menekan tombol telepon lalu suara sekretarisnya terdengar.

“Direktur Kimjung ingin menemui anda.”

Sungmin mengerutkan dahi. Untuk apa pembunuh itu menemuinya?

Saat pintu terbuka Kimjung tak sendiri, ia ditemani bibi dan pamannya. Sungmin kembali kaget, bahkan dua orang ini juga ada di perusahaan?

“Sudah lama tak bertemu ya, Lee Sungmin.”

“Ya. Sudah lama paman dan bibi.” Sungmin mencoba tersenyum walau berat. Bagaimana bisa ia tersenyum di depan orang yang membunuh orang tuanya? Menjijikkan sekali.

“Kami ikut berduka. Kemarin ada urusan di luar negeri jadi tak bisa menghadiri pemakaman.” Itu suara bibi Jung dan Sungmin hanya diam.

Dalam hati ia menjawab dengan makian. Jangan berani-benarninya kalian datang ke pemakaman orang tuaku, dasar pembunuh!

“Dan kami kemari ingin memberikan penawaran.”

Sungmin mengerutkan dahi mendengar suara paman Kim. Penawaran? Sepertinya lebih ke peralihan saham.

“Sungmin dengar. Sekarang posisimu sangat riskan.” Kimjung, pria dengan rambut panjang ikal dan berkacamata itu mulai buka suara.

Sungmin ingin muntah. Sekarang mereka mulai melancarkan aksi menjilat. Pantas saja Sungmin menolak Kimjung dulu. Pria ini sangat menjijikkan. Gadis sejahat Sungmin saja enggan berdekatan dengan pria licik seperti dia dan lebih memilih Kyuhyun. Sekarang Sungmin tahu kenapa dia bisa menolak Kimjung mentah-mentah. Selain bertampang pas-pasan pria itu juga jauh dari kata sopan.

Andaikan ia tak bertemu Kyuhyun sekalipun, Sungmin tak akan memilih pria ini. Level pria ini jauh dibawahnya.

“Lalu, jika riskan?” Tanya Sungmin pura-pura tolol.

“Tentu saja kita harus bersatu.” Seru bibi Jung.

“Kau tahu? Para pemegang saham tengah berencana menggulingkanmu. Jika kau sampai lengah kau akan ditikam dari belakang. Jadi kita harus bersatu untuk mengalahkan mereka.” Jelas paman Kim.

“Jadi?” Tanya Sungmin. Ia malas mendengar basa-basi mereka.

“Akan lebih baik jika kita bergabung, ya dengan cara kau menikah dengan Kimjung.”

Hening seketika kala paman Kim menyatakan niatnya. Sungmin tak menyangka jika mereka akan merencanakan hal tak masuk akal begini. Menikah dengan Kimjung? Oh ayolah, apa mereka pikir Sungmin mau menikah dengan pria yang sudah membunuh kedua orang tuanya? Melihat pria berkacamata tebal itu saja Sungmin ingin muntah.

Sungmin tersenyum menanggapi setelah kesadaran bisa ia raih. Gadis itu lalu mendengus kemudian tertawa pelan, tapi beberapa menit kemudian tawa itu berubah jadi keras.

“Omong kosong apa ini? Hah Kimjung?” Sungmin bertanya, mengusap air mata di sudut mata seraya menatap tiga orang itu bergantian. “Menikah denganmu?” Tanya Sungmin masih dengan tawa.

“Benar-benar tak masuk akal.” Kali ini tawa Sungmin lenyap, berganti dengan suara geraman halus dengan tatapan tajamnya masih menginterogasi tiga orang itu.

“Aku tak akan pernah menikahi pria yang sudah membunuh kedua orang tuaku.”

Sungmin melihat ketegangan di wajah tiga orang itu. Jelas saja mereka kaget dengan ucapan Sungmin.

“Kenapa? Apa kalian pikir aku terlalu bodoh hingga tak tahu jika kalian merencanakan ini semua? Sayang sekali aku tak ada di mobil itu ya?” Ejek Sungmin seraya melipat tangan di depan dada, ia menyandarkan punggung di kepala sofa seraya terus memerhatikan tiga orang itu.

“Kau… mengancam kami?” Tanya Kimjung, matanya menyipit di balik kaca mata tebal itu.

“Tapi kau bisa berada di mobil itu suatu saat nanti jika kau tak menuruti permintaan kami.” Bibi Jung buka suara yang membuat Sungmin kembali tertawa. Mereka mengaku tanpa mau membantah tuduhan Sungmin tadi.

“Sekarang kalian yang mengancamku? Wah! Berani sekali pencuri rendah seperti kalian mengancamku.” Sungmin berujar dengan suara tinggi.

Bibi Jung bangkit dari duduk, ia masih membalas tatapan Sungmin. “Pikirkan! Jika kau menolak menikahi Kimjung maka calon suamimu akan menanggung semua. Jika kau tak percaya maka kau bisa mencoba sendiri.” Bibi Jung tersenyum sinis sebelum membungkuk sedikit. “Kalau begitu permisi.”

Bibi Jung lebih dulu melangkah, diikuti suaminya dan juga Kimjung. Sepeninggal mereka Sungmin mengepalkan tangan kuat. Mereka pikir bisa menakuti Sungmin dengan cara murahan seperti itu? Sampai kapanpun ia tak akan menikahi Kimjung sialan yang luar biasa brengsek.

***

Sudah dua minggu sejak insiden perang terbuka di antara mereka. Sampai sejauh ini Sungmin baik-baik saja meski ia selalu buang muka saat tiga orang itu berselisih jalan dengannya. Sebenarnya ini berat bagi Sungmin. Di perusahaan ia hanya seorang diri, walau ditemani dewan direksi namun ia tak tahu mana yang benar-benar berada di pihaknya. Semua melelahkan hingga Sungmin teringat akan Kyuhyun.

Jika saja pria itu ada di sini… Sungmin rindu sekali, jadi saat ada waktu luang ia sengaja menyendiri ke atap dan menghubungi Kyuhyun di sana.

“Hai. Sudah lama sekali ya. Nyaris sebulan. Kau pergi tanpa kabar.” Sungmin berujar saat sambungan telepon baru saja tersambung.

Terdengar tawa Kyuhyun di seberang sana.

“Maaf. Aku memperbaiki semua yang kubisa secepat mungkin namun sepertinya belum stabil disini. Apa kabarmu?”

“Begitulah. Sebulan ini aku sudah mahir di belakang meja.”

Syukurlah.” Jawab Kyuhyun. “Besok aku akan menjemputmu. Tinggal saja disini, jujur aku tak tenang meninggalkanmu di sana seorang diri.”

Sungmin tersenyum, dalam hati ia sangat bersyukur memiliki pria sebaik Kyuhyun. Jika bisa ia ingin menukar apapun asal pria itu tetap disisinya. “Tapi aku mau tinggal disini.” Rengek Sungmin.

Di korea juga bagus. Terlebih kau bisa terus berada di dekatku.”

“Masuk akal.” Jawab Sungmin. “Apa yang kau lakukan?”

Mengemudi.” Jawab Kyuhyun singkat.

“Mau pulang.”

Ya.” Terdengar helaan napas Kyuhyun. “Sebulan ini terasa berat tanpa kabar darimu. Aku menahan diri kalau-kalau kau tak mau menerima panggilanku, makanya aku menunggu panggilanmu… AKH!”

“Kyuhyun?” Sungmin terperanjat. Di seberang telepon ia mendengar benturan yang keras dan teriakan Kyuhyun. Apa yang terjadi?

“Kyuhyun!” Sungmin terus memanggil, namun Kyuhyun tak pernah menjawab. Tangan Sungmin bergetar, perasaan tak enak sontak berkecamuk di dalam hati dan otaknya.

Apa Kyuhyun… kecelakaan?

Apa Kyuhyun juga menjadi target pembunuhan mereka?

“Kau sendiri yang meminta.”

Sungmin berbalik, menemukan Kimjung di sana dengan senyum kemenangan. “Kekasihmu mengalami kecelakaan lalu lintas. Truk menabraknya… dengan sengaja.” Kimjung tertawa keras sementara Sungmin sudah menjatuhkan air mata.

Bagaimana bisa ada orang yang bahagia setelah membunuh orang lain? Sungmin mengenggam ponsel di tangannya dengan kuat.

“Dia bisa saja mati. Kau tahu? Di jalan itu tengah sepi, hanya ada orang suruhanku. Jika kau setuju menikah denganku maka orang suruhanku akan membawa kekasihmu ke rumah sakit. Dengan begitu kekasihmu akan selamat, yah mungkin hanya patah tulang sedikit.” Kimjung tersenyum menang sekali lagi.

“Tapi jika kau tetap menolak maka anak buahku akan meninggalkannya seorang diri. Jika ia terlambat ditangani maka puft… dia ikut kedua orang tuamu, menyusul mereka ke akhirat.”

Sungmin mengalirkan air mata, lebih banyak dari tadi. Ya Tuhan. Ini sangat berat hingga Sungmin nyaris pingsan. Tapi sungmin harus berkorban. Di dunia ini, ia akan menukar apapun asal Kyuhyun selamat. Dunia tak akan indah lagi jika Kyuhyun ikut lenyap.

“Tolong…” Sungmin berbisik diantara isakannya.

“Apa?” Kimjung mengarahkan telinga kirinya seolah tak mendengar ucapan Sungmin.

“Tolong selamatkan dia.”

“Imbalannya?” Tanya Kimjung.

Sungmin mengusap air mata yang terus menetes di ujung dagu. “Kita menikah.” Jawab Sungmin.

“Baiklah. Jika kau memaksa, aku setuju.” Kimjung tersenyum menang lagi sebelum merogoh saku celana. Ia menghubungi seseorang lalu berbalik meninggalkan Sungmin yang sudah terduduk di lantai.

Gadis itu menangis kencang. Ia berujar maaf berkali-kali dan terus menangis.

***

Kyuhyun belum sembuh benar, namun mendengar kabar Sungmin yang membatalkan rencana pernikahan membuat Kyuhyun memesan penerbangan awal menuju Jerman. Bahkan waktu seminggu tak cukup menyembuhkan luka lebam dan lecet di sekujur tubuhnya, namun karena Sungmin ia harus ke sana. Kyuhyun ingin mendengar langsung penjelasan gadis itu.

Sementara di sisi lain Sungmin sudah berada di toko perhiasan dengan Kimjung yang menemani. Mereka berniat mencari cincin pertunangan karena tanggal sudah ditentukan. Sejak tadi yang sibuk memilih hanya Kimjung sementara Sungmin terus diam.

Setelah membeli cincin dengan desain modern mereka mampir ke restoran bintang lima, menghabiskan sisa sore sebelum pulang.

Dalam perjalanan menuju rumahpun Sungmin hanya diam, sesekali menanggapi ucapan Kimjung dengan dengungan. Ia lebih memilih menatap luar jendela yang basah karena hujan deras melanda di luar sana.

“Apa kau tahu? Kau pernah menolakku di depan umum dengan kalimat merendahkan. Itu cukup memalukan tapi aku tak kehabisan akal. Bagaimana bisa aku jatuh cinta pada nona muda galak sepertimu?”

Sungmin hanya tersenyum kaku sebagai balasan. Saat itu Kimjung memang pantas mendapat hinaan karena ia terus saja mengekori Sungmin. Tapi dipikir ulang Sungmin merasa menyesal. Jika saja dia dulu tak ketus, punya tata krama maka hal ini tak akan terjadi.

Kimjung terus berbicara sebelum mobilnya memasuki halaman rumah Sungmin. Detak jantung gadis itu berpacu cepat saat melihat satu sosok yang menunggu di depan rumahnya. Pria itu mengenakan gips di tangan dan Sungmin nyaris menangis.

Apa yang terjadi dengan Kyuhyun? Apa pria itu patah tangan karena dirinya? Sungmin ingin sekali memeluk pria itu, namun ucapan sinis Kimjung membuat Sungmin tersadar akan sesuatu.

“Jika kau berubah pikiran, maka dia bisa berakhir tragis lebih dari ini.”

Sungmin menekan isak tangisnya sedalam mungkin sebelum menjawab ucapan Kimjung. “Kau tenang saja. Aku tak berniat begitu. Lagipula sejak awal aku tak mencintainya.” Jawab gadis itu lugas sebelum membuka sabuk pengaman. Ia keluar dari mobil diikuti Kimjung di seberang sana.

Kyuhyun terlihat sangat menyedihkan dengan pakaian yang basah kuyup. Kenapa kau tak masuk saja dan menunggu di dalam? Tanya Sungmin dalam hati.

“Kau ingin bicara dengannya?” Tanya Kimjung.

“Tidak.” Sungmin melangkah menerjang hujan, lalu melewati Kyuhyun yang ingin buka suara. “Aku ingin berendam.” Ujarnya sebelum masuk ke rumah diikuti Kimjung.

“Sungmin!” Kyuhyun memanggil, membuat langkah Sungmin terhenti.

Kyuhyun tolong, jangan terluka lebih dari ini. Tolong sadarilah situasi sekarang, Teriak Sungmin membatin.

“Apa benar-benar akan dibatalkan?” Tanya Kyuhyun. Pria itu berbalik, ia mendekat namun berhenti saat jarak mereka dua meter saja.

Sungmin menekan rasa sakit di hatinya sebelum berbalik. Ia tersenyum manis kearah Kyuhyun. “Seperti yang kukatakan lewat ponsel, aku benar-benar tak berminat lagi padamu. Aku ingin membatalkan pertunangan. Kau bisa lihat sendiri, sejak kau pergi aku sudah tinggal bersama dengan pria ini.” Sungmin menatap Kimjung lalu tersenyum pada pria itu.

Kyuhyun melihatnya, ia kenal betul dengan Sungmin dan ada sinar kesedihan di mata gadis itu. “Aku masih tak percaya.”

“Itu hakmu. Yang jelas kita sudah berakhir.” Kemudian Sungmin beralih menggandeng lengan Kimjung. “Ayo sayang kita masuk. Lihat, Kau jadi basah kuyup begini. Apa perlu kita mandi bersama lagi?” Tanya Sungmin seraya berbalik meninggalkan Kyuhyun di terasnya sendiri.

Di dalam kamar, Sungmin melepas pelukannya di lengan Kimjung.

“Mandi bersama… lagi? Kau hebat juga bersandiwara.” Kekeh Kimjung.

Sungmin menghela napas. “Kembali ke kamarmu. Aku ingin sendiri.” Usirnya dengan suara pelan.

“Kenapa? Kau bilang ingin mandi bersama…”

“Kumohon Kimjung. Aku memohon dengan sangat.” Sungmin menatap pria itu lekat hingga Kimjung mengalah.

“Baiklah.” Pria itu mengangguk sebentar sebelum meninggalkan Sungmin di kamar.

“Nona.” Baru saja Kimjung keluar kepala pelayan Im masuk seraya tertunduk. “Tuan Kyuhyun masih menunggu di teras. Jika begini terus bisa-bisa tuan berakhir di UGD…”

“Itu bukan urusanku.” Sungmin memutus ucapan kepala pelayan Im sebelum masuk ke dalam kamar mandi.

Sekarang ia berubah menjadi penyihir jahat, Sungmin ikut terluka namun ia harus melakukan ini. Seperti yang ia katakan, dunianya tak akan indah jika Kyuhyun juga menjadi korban atas dosa-dosa yang sudah Sungmin lakukan. Lebih baik mereka terpisah daripada Sungmin harus kehilangan Kyuhyun di dunia ini.

Maafkan aku, bisik Sungmin.

***

Seharian ini Sungmin sengaja tak keluar rumah, lagipula di luar masih mendung ditemani rintik-rintik hujan sisa semalam. Ia ingin menghabiskan waktu di dalam ruangan saja, namun laporan pelayannya membuat Sungmin terkesiap.

“Tuan Kyuhyun masih menunggu di teras, nona. Kami sudah membujuknya untuk pulang namun tuan masih bersikeras.”

Kimjung yang tengah menikmati siaran televisi di sofa mendadak menatap arah Sungmin dan pelayan Cha. Sungmin mengepalkan tangan. Kenapa Kyuhyun keras kepala? Disini ada Kimjung, jika sungmin menyerah sekarang maka Kyuhyun akan semakin menderita.

“Itu bukan urusanku. Biarkan dia menunggu sepuasnya.” Jawab Sungmin.

“Woah, nona muda yang sangat jahat.” Kimjung bertepuk tangan sebelum kembali menikmati tontonan. Ingin sekali Sungmin melempar botol air mineral di tangannya ke wajah brengsek itu namun ia tahan.

“Nona, temui tuan ya? Minta dia pulang dengan baik-baik. Tuan sudah sangat menderita, lengannya kembali nyeri karena tidur di teras sejak semalam.”

“Aku sudah berbicara dengannya semalam, harusnya dia mengerti. Aku tak mau membuang tenaga dengan membujuknya. Jika dia mau tunggu saja sampai ambruk, paling jauh dia berakhir di UGD.”

“Nona.” Pelayan Cha menatap Sungmin tak percaya.

Sungmin mendengus, ia membuang wajah sebelum melangkah meninggalkan dapur. Dalam hati Sungmin berharap si bodoh Kyuhyun menyerah.

Namun esok harinya, saat Sungmin ingin berendam salah satu pelayan masuk dengan tergesa-gesa.

“Nona, tuan Cho ingin bertemu anda. Beliau sudah dua hari menunggu. Apa harus mengusir tuan Cho lagi?”

Sungmin tak percaya ini, Kyuhyun masih di teras? Apa pria itu memakan sesuatu? Apa ia tidur dengan layak? Sungmin sudah tak tahan lagi. Ia bergegas keluar kamar mandi dan nyaris menekan gagang pintu kamar, namun urung saat pintu kamarnya dibuka Kimjung. Saat itu juga keberanian Sungmin menguap.

“Sudah siap?” Tanya Kimjung.

Sungmin menggeleng. “Setengah jam lagi.” Ujarnya.

Kimjung mengangguk lalu berbalik meninggalkan Sungmin.

Di balik pintu Sungmin termenung. Ia kalah, dan ia tak lebih menyedihkan dari seorang budak!

***

Sungmin berdiam diri walau Kimjung terus mengajaknya bicara. Ia bisa keluar rumah melalui pintu samping. Ia tak mau bertemu Kyuhyun hingga menggagalkan rencananya sendiri. Kimjung masih bicara sendiri seraya mengemudi sebelum ponsel Sungmin berdering.

Ia memeriksa dan mendapati nomor telepon rumahnya di layar. Sungmin menerima panggilan dan membiarkan orang di seberang sana berbicara.

“Baiklah. Kalian yang urus.” Jawab Sungmin seraya memutuskan panggilan.

“Siapa?” Tanya Kimjung melihat Sungmin memasukkan lagi ponselnya ke tas.

“Kepala pelayan Im. Dia bilang Kyuhyun dilarikan ke rumah sakit karena pingsan. Sepertinya sekarat karena tak sadar-sadar padahal sudah dipanggil berkali-kali oleh para pelayan.”

“Wah! Dia pantang menyerah. Tipe pekerja keras. Kuharap dia selamat, jika tidak pengorbananmu akan sia-sia, iya kan?”

Sungmin tak menjawab, ia lebih memilih menatap pemandangan luar.

***

Sejak saat itu Sungmin tak mendengar kabar mengenai Kyuhyun. Dari penjelasan kepala pelayan Im yang sama sekali tak Sungmin minta, Kyuhyun dijemput keluarganya dan dibawa ke Korea.

Lalu mereka putus hubungan. Enam bulan ini Sungmin sama sekali tak mendengar kabar pria itu. Mungkin sekarang ia sudah mendapatkan pengganti yang lebih baik dari Sungmin, tak bertemu gadis sejahat dirinya.

Sungmin tersenyum di depan cermin memikirkan hal itu. Ia memoles dengan hati-hati alas bedak untuk menutupi lebam di wajah. Melihat itu seketika air mata Sungmin jatuh lagi.

Enam bulan ini hidupnya bagai di neraka. Bisa dibilang begitu. Entah kemana predikat nona muda galak yang dulu disematkan untuknya, sekarang semua berbalik menghakimi Sungmin. Ia menjadi bulan-bulanan Kimjung saat pria itu marah. Sedikit kesalahan saja Sungmin harus menerima pukulan dari pria itu. Masalah sepele sekalipun Kimjung akan emosi.

Sungmin kembali mengalirkan air mata. Ia sudah tahu jika pria itu tak layak untuknya. Sungmin sudah tahu dari dulu makanya Sungmin menolak pria itu, namun semua sudah terlambat, perlahan-lahan sungmin sudah berubah menjadi gadis penakut yang tak bisa menghindar dari tendangan Kimjung.

Dia benar-benar menyedihkan.

“Kau sengaja ingin menunjukkan pada dunia jika aku menyiksamu, hah!” Kimjung mulai berteriak melihat Sungmin yang tak sempurna menutupi lebam di wajah.

Sungmin menarik kepala ke sisi kanan saat melihat tangan Kimjung terangkat, bersiap menamparnya.

“Aku tak mau menghajarmu saat ini. Penerbanganku sebentar lagi jadi tolong berprilaku baiklah.”

“Maafkan aku.” Sungmin mengucapkannya dengan wajah tertunduk.

“Aku akan kembali secepat mungkin. Jika kau mencoba kabur dari sini maka kau akan mampus di tanganku. Jangan membuat ulah, setelah aku pulang dari Jepang kita akan menikah.”

Sungmin mengangguk. Ia mundur sebentar saat melihat Kimjung mendekat. Ia ketakutan walau hanya didekati pria itu, namun kali ini Kimjung tak melakukan hal jahat dan hanya mengusap kepalanya beberapa kali.

“Aku pergi.”

“Hm. Hati-hati.” Jawab Sungmin. Ia melihat punggung pria itu hingga menghilang dari pandangan. Setelah Kimjung benar-benar menghilang Sungmin menjatuhkan air matanya lagi.

Kepala pelayan Im yang melihat itu sontak memeluk Sungmin. “Nona. Kumohon bersabarlah.”

Sungmin mengusap kedua matanya yang basah lalu tersenyum melihat kepala pelayan Im. “Wah. Tak kusangka ini berat sekali.” Ujarnya dengan suara tegar.

Kepala pelayan Im membantu Sungmin mengusap sudut matanya sebelum membantu gadis itu menaiki anak tangga. Kepala pelayan Im mengunci pintu setelah tiba di kamar, tanpa suara wanita paruh baya itu membimbing Sungmin menuju ranjang.

Ia merogoh saku apron dan menuliskan sesuatu di buku kecil. “Nona, ini waktunya.”

Sungmin terkesiap membaca tulisan itu, ia melirik ke kiri dan kanan untuk melihat situasi. Bisa gawat jika anak buah Kimjung melihat ini. Sungmin menggeleng, sontak air matanya jatuh lagi. Ia tak memiliki keberanian. Sikap angkuhnya dulu sudah lama terbenam. Sungmin lebih memilih mencari cara agar Kimjung tak sering main tangan dengan cara menuruti semua kemauan pria itu.

Kepala pelayan Im ikut menangis sebelum menuliskan sesuatu. “Tak bisa begini terus nona. Anda akan terbunuh sebelum pernikahan, dan mereka akan makin berkuasa. Kita harus menjalankan rencana awal.”

“Terlalu berbahaya. Tidak. Aku tak mau mengambil resiko itu dengan mengorbankan kalian.” Sungmin terus menangis. Yang ia miliki sekarang hanya pelayan-pelayannya saja. Sungmin masih memiliki nurani dengan tak mengorbankan mereka. Lebih baik ia yang mati daripada harus kehilangan orang yang menyayanginya dengan tulus.

“Percaya pada saya. Malam ini saatnya.”

Sungmin menggeleng. Ia menahan lengan kepala pelayan Im yang ingin meninggalkan kamar, namun senyum sedih kepala pelayan im membuat Sungmin menyerah. Ia membiarkan kepala pelayan itu meninggalkannya sendiri di dalam kamar.

***

Tepat tengah malam pintu kamar Sungmin diketuk. Sungmin terkesiap dalam temaramnya ruangan dan menemukan kepala pelayan Im mengendap-endap masuk.

“Nona cepat.” Ujarnya seraya menyingkap selimut. “Anak buah tuan Kim sudah tertidur pulas. Kami berhasil merayu mereka untuk meminum teh yang sudah kami beri obat tidur. Anda harus bergegas menuju bandara.” Kepala pelayan Im membantu Sungmin berdiri, lalu memasangkan tas selempang ke tubuhnya.

“Didalam sini ada alamat yang harus anda tuju. Itu adalah alamat yang dapat dipercaya. Pergilah, selamatkan diri anda dan bersembunyi di sana selama yang anda bisa.”

“Tapi…” Sungmin menangis lagi. Ia merasa sedih bukan main harus melakukan pelarian seperti ini.

“Cepat nona. Kita tak memiliki waktu banyak.” Kepala pelayan Im ikut menangis, namun ia menarik Sungmin menuruni anak tangga dengan langkah hati-hati menuju pintu belakang.

Sampai di luar Sungmin disambut guyuran hujan yang deras.

“Pergilah nona. Berlari sekuat yang anda bisa. Di dalam tas ada paspor dan tiket, serta uang. Anda cukup datang dan duduk di pesawat dengan tenang. Cepat pergi.” Kepala pelayan Im mendorong Sungmin setelah memberikannya payung.

Sungmin menatap kepala pelayan Im di bawah naungan payung sebelum berbalik dan menerjang hujan. Ini tengah malam dan Sungmin tak tahu harus ke arah mana menuju bandara.

***

Setelah menunggu di bandara dengan was-was, terbang menuju Korea masih dengan perasaan cemas akhirnya Sungmin bisa menginjakkan kaki di bandar udara Incheon tepat pukul sepuluh pagi. Suasana di Korea juga tak jauh beda, mendung ditemani gerimis saat Sungmin tiba di luar bandara.

Ia memeriksa tas selempang yang hanya berisi beberapa baju dan juga paspor. Di sana juga ada uang, cukup untuk naik taksi jadi Sungmin menghentikan taksi dan masuk ke sana. Ia mengeluarkan secarik kertas dan membacakan alamat yang tertera di kertas itu. Saat Sungmin akan menutup kaca jendela mobil, mendadak beberapa pria berjas hitam mengejutkannya.

“Jalan paman!” Teriak Sungmin seraya mengunci kedua pintu. Sungmin melihat dari kaca belakang mobil dimana orang-orang berjas itu mengejarnya.

“Tolong paman cepat sedikit.” Sungmin mulai panik. Itu jelas anak buah Kimjung. Bagaimana mereka bisa mengikuti Sungmin sampai di sini? Apa kepala pelayan Im baik-baik saja? Oh tidak! Apa yang sudah Sungmin lakukan? Apa karena dia kepala pelayan Im beserta pelayan-pelayan lain ikut menanggung akibatnya?

Sungmin menangis dalam diam saat situasi sudah tenang. Taksi itu juga sudah menurunkan kecepatan laju mobil. Sampai mereka memasuki perbukitan yang sangat sepi. Dan di sana tiga mobil terlihat mendekat, datang dengan kecepatan di atas rata-rata lalu memepet hingga taksi yang Sungmin tumpangi nyaris tersudut.

“Paman tolong. Selamatkan aku dari mereka.”

Sungmin menangis kencang, di tangannya masih mengenggam kertas berisikan alamat itu dengan kuat hingga membentuk gumpalan. Sungmin berdoa dalam hati agar terlepas dari kejaran mereka namun tampaknya anak buah Kimjung sangat lihai, hingga membuat sopir taksi itu menyerah. Ia memperlambat laju mobil lalu meminta maaf pada Sungmin.

“Paman kenapa berhenti? Kumohon jalankan lagi mobilnya paman. Kumohon.” Sungmin makin menangis.

“Maaf nona, saya tak mau terlibat lebih jauh. Sepertinya mereka preman kelas kakap.” Sopir itu keluar dari mobil lalu kedua tangannya terangkat ke atas kepala pertanda menyerah saat tiga mobil mendekat. Mobil itu tak memperlambat laju sedikitpun, hingga salah satu dari mereka menabrakkan mobil ke taksi dimana Sungmin masih berada di dalam sana.

Taksi itu terseret ke tepi sebelum terpental ke jurang, bergerak di udara dan jatuh ke dasar jurang yang dalam dengan suara keras menyayat pendengaran.

Sungmin terbatuk darah di dalam sana, ia terjebak sabuk pengaman dan tak sanggup merangkak keluar dengan kondisi mobil ringsek parah. Asap mengepul dari mobil yang ia tempati. Sungmin masih terbatuk dan terus mengenggam kertas di tangannya. Bau bensi mulai tercium. Dalam sekaratnya Sungmin teringat akan satu hal.

“Kyuhyun… Kyuhyun. Tolong…” Ia menutup mata, lalu air bening keluar dari sana menuruni pipinya yang sudah dipenuhi darah Sungmin sendiri.

Asap makin jelas terlihat dari dasar jurang, namun tak ada seorangpun yang mau membantu.

.

~oOo~

.

T. B. C

Tuh yang nagih FlashBack terus, saya kasih sekarang. Jujur, saya nangis ngetiknya. Sungmin menderita banget ya T_T

Saya ngak tega juga, tapi demi kelancaran alur cerita saya harus nulis ini. Biar makin greget gitu. Makanya flashback sengaja disimpan untuk part-part akhir T_T

Cus dikomen yang mau cepat baca next chapter :*

C U :*

Iklan

124 thoughts on “FF \ KYUMIN |YOUNG LADY | ELEVENTH/ GENDER SWITCH

  1. Kasian ming 😭😭😭
    Jahat bngn si kimjung, masukin penjara aja si kimjung kyuuuu
    Kak melan acc bbm aku , mau minta pw 😃

  2. Ya ampun ternyataa Sungmin… ku juga jd pengen nangis… Kyu sa Min sama sama menderita… 😥😥

    Semoga next chapter mereka happy happy lg ya

  3. Waaah terjawab sudah bagaimana masa lalu KyuMin
    Tragis juga kasian sama Ming
    Itu kira² Ming diculik lagi apa diselamatkan sama Kyuhyun ?
    Penasaran sama kelanjutannya
    Tetap semangat kakak!!!!

  4. Ahhh eonnie nangis ngetiknya aku nangis bacanya huks.. Gomawo udah di update flashbacknya 😘
    Waiting lagi deh untuk next chapter..
    Semangat eonn!! Jangan kelamaan wkkk

  5. aaaah agak nyesel minta flashback, setragis ini yaa perjuangan KyuMin😭😭😭😭
    tapi aku blm tau awal2 Kyu nemuin Ming di jurang brrti msh ada flashback lg ya kak?
    huhuuu jahat bener anjir si Kimjung😭 ahh brrti yg di toilet itu si Kimjung kan? woahh jd gimana tuhhh yg di toilet juga blm kelanjut, hueeee gilaaaa akuuuuu

  6. Saya pikir KimJung itu Jungmo ya 😆 ,tapi Jungmo disini muncul juga teman nya kyuhyun saudaranya seohyun.Truz KimJung siapa ya 🤔🤔🤔🤔🤔

    Ming kasihan bangeut,itu kan jatuh ke jurang ko Kyuhyun bisa tau ya ? Apakah Kyuhyun juga mengikuti mobil Sungmin ??

    Terus penasaran sama Kyuhyun setelah putus dengan Ming,DIA nelan bulat-bulat pembatalan pernikahan Ming atau sudah mencari tahu penyebab Ming ngebatalin rencana pernikahan nya itu 🤔🤔

    Kyu kan Genius harus nya sudah tau ya Sungmin selama ini ada dalam kuasa KimJung

    Kan benar Ming tuh bukan orang Miskin-miskin amat

  7. Wah daebak~ dirimu mematahkan pemikiranku tntg sungmin di masa lalu kak. Ini chapter yg bikin nyesek tapi favorit jg 😁
    Gak nyangka dia sudah sangat tersakiti di masa lalu, ditambah dia harus menahan beban demi nglindungi kyuhyun jg, dia sdh cinta sekali sm kyu, si kimjung knp jahat bgt 😭
    Makin penasaraaan gmn kyu nemuin min? kenapa dia sikapnya begitu sm ming yg amnesia, padahal kyu pasti masih cinta sm ming. Dan apakah kyu tau kalau kimjung jahatin ming? Ahhh penasaran lagi

  8. jadi gituuu awalnya??? mereka beneran calon pengantin ya dulu? tapi gara gara org lain sungmin dipaksa nikah sama org lain selain kyuhyun :”) jadi pengen baca dari awal lagi setelah tau flashbackbya huhu

  9. Waduhhh parahhh blm jg merit udah kdrt duluan. Baj*ngan emang serius kesel bgt jadinya,,, btw ini kurang panjanggg pen liat interaksi kyumin nyaa ahhh

  10. Sungmiiiiiin😭😭😭😭
    Dibalik cerita sungmin nolak kyuhyun dimasa lalu ini kyuhyunnya blm tau ya? Haduhhh sampe dia tau pasti bakal nyesel bngt dia..
    Udah deh kak.. satuin mereka di next chap. Ga tega gue ngeliat mereka menderita gini😢
    Dan buat si kimjung kimjung itu dibuat mati aja dia, terserah pake cara apa aja yg penting mati ato masuk penjara lah. Enek banget gue😑

  11. Jadi itu awal kejadiannya 😦
    Kesian kyuhyun dan sungmin 😦 tpi kayanya kyuhyun juga udah punya rencana buat si kimjung. Semoga merrka hidup bahagia nanti. Cepet update yaaa

  12. Kimjung?
    Ya… SungMin sangat menderita. Orang tuanya dibunuh secara sengaja oleh org2 yg sebenarnya dipercaya.. .
    Ternyata memang sungmin. First love nya kyupil. Malah udah mau nikah. Tp, jodohya ketunda gara2 si kimjung itu. Kasian ya kyuhyun. Pantas aja kyu kayak org gila dan emosian. Toh dia pernah di campakkan oleh calon istrinya. Cinta pertamanya.
    Kira2 kyu tau gak ya kalo min terpaksa melakukan itu? Dan.. . Yg masih Bikin penasaran bagaimana kyu bisa menemukan sungmin. Dan… Apakah sikap kyu selama ini ke sungmin itu gambaran sakit hatinya?

  13. Terjawab sudah teka teki masa lalu Sungmin selama ini, ternyata itu penyebab Sungmin hilang ingatan dan itu juga ternyata yang bikin Sungmin batalin pernikahannya sama Kyuhyun. Asli ini chapter nyeess banget ya, kasihan banget sama Sungmin yang menderita gara2 si gila Kimjung dan sekarang juga tau itu preman2 anak buah nya Kimjung dan yang ketemu sama Sungmin di toilet itu si Kimjung. Sumpah aku gregetan banget baca chapter ini, pen gilas si Kimjung masa. Jadi makin nggak sabar nunggu next chapternya, takutnya Sungmin diculik lagi sama si gila Kimjung

  14. Akhirnya ada kelanjutannya. Kasihan Ming udh ditinggal orang tuanya harus menikah dgn Kimjung. Kyu tau kecelakaannya darimana??
    Gereget dikira waktu awal” cerita bakalan bahagia.
    Lanjut eon yg semangat dan jaga kesehatannya juga 🙂
    Ditunggu next chapter

  15. Berarti suara cowok yg di toilet itu kimjung dong,teryata masa lalu’a sedih banget pantesan di awal2 kyu sebegitunya ma ming tapi kenapa bisa habis kecelakaan ming tinggal ma kyu?,ka mel lo udah flasback jangan sedih2 lagi ya berharap ming ga sampe di culik kimjung aduh sampe ga tega ngebacanya mencelos ke hati,semangat ya ka mel!

  16. baru buka beranda, wah ketinggalan 2 chapter sekaligus saya kak huhu
    greget ya yg 9, jadi mau nikah ya hm hm
    yg 10 aaaaaa jadi ini ya awalnya jadi begini mulai paham diri ini.
    aaaaa gak sabar nunggu kelanjutannya kak. di tunggu ya kak, semangat terus hihi

  17. Sedih dan greget bacanya 😂kasihan kyumin,gara2 si kimjun2 itu mereka jadi pisah,hiks hiks semoga kyu tau penyebabnya #mungkinudah dan…..
    Pengen cepet2 baca kelanjutannya hehehhe

    Kepp fighting eon
    Lanjut lanjut

  18. Ternyata flashback nya sesedih ini 💔 trus kyu kah yg menyelamatkan min? Penasaraaan.. Ditunggu update selanjutnya eonn

  19. Akhirnya flashback jugaa. Dan akhirnya aku paham kalo Ming lupa ingatan karena kecelakaan. Yaampun Ming kasian sekali diri mu. Dan itu yg nolong akhirnya Kyuhyun kah? Haduhhhh penasaran T.T

  20. Ho o ini flashback bikin meweeekkk
    Sungmin menderita sekali yaaa
    Begitu besar perjuanganya 😭😭
    ..kimjung kejam sekaliii semua dicelakai cuma demi harta😭
    Pdhl ming mau hidup bahagia sama kyu ..mau nikah jadi gagal…
    Next chapt kak mel…
    Penasaran bagaimana kyu bisa akhirnya menemukan ming???

  21. Kasian sungmin 😭😭😭😭 tuh kan bener pasti min punya alasan buat jahat ke kyu, dan q tak menyangka akan se menderita itu hidup sungmin.
    semoga sekarang sungmin bisa lepas dr kimjung dan kyuhyun bisa bantu sungmin.

  22. Ga kebayang ada diposisi sungmin. Kimjung siapa sih? Jungmo ya? Trus kyuhyun juga… ujan2an dua hari… hm… kalo flashbacknya sedihnya kek gini harusnya mereka bs bahagia doong.

  23. Omo! Jadi sungmin adalah gadis Jerman yg katanya mencampakkan kyuhyun!!! Ternyata sebenernya sungmin terpaksa melakukan itu dan berakhir dgn kecelakaan saat hendak menyusul kyuhyun! 😭😭😭 sedih, kasihan bgt dia ya ampun… Andaikan kamu tahu kyu 😭 apa sungmin belum ingat semuanya?… Semoga dia dia menjelaskan itu ke kyu nanti… Semangat terus ka!~^^

  24. Kasian uri Minnie😭 dasar kimjung gila! Kyu jadinya salah faham kan? Padahal Sungmin lagi dalam keadaan yg terhimpit. Seandainya Kyu tau kalo ming gk baik-baik aja😭 jangankan melan eonni, aku juga nangis lho baca chap ini😭 next chapter semoga ming gak ketemu sama kimjung karena kyu yg nyelametin… eh iyaa melan eonni sudah sembuh?

  25. Huaa 😭😭😭 flashbacknya nyesek melanie..
    Kasihan sungmin.. Berarti kyu salah paham ya sama min.. taunya sungmin berkhianat padahal demi menyelamatkan kyu jg makanya batalin pernikahan kyumin.
    Sebel bgt sama kimjung 😈 Ayo kyu selamatkan sungmin..
    Next chap 1 minggu lg. ahh..ga sabar

  26. kasian bgt uminnn… Trnyata itu dbalik sfatnya ky gtu kyu huhu syedihhh, Kyuuu please bhagiain uminnn
    , ngmong2 pnasaran moment kyumin prtma bertemunya hihi
    Smangattt chinggguuuu
    Q sllu mununggu drimuuuu heeee
    😍

  27. Terlalu sedih untuk eonni sndri makany harus dibagi”..
    Kasian banget kyumin
    Penderitaan tiada akhir..
    I hope them happy ending

  28. Masih aja nangis kalo baca ceritmu mel,,,,

    Sempet bingung awalnya emang ngeh klo flashback tp kok ad kyuhyun tp kok mnikah spt crita yg skarng… Kasian banget sungmi dan ya ga percaya kmarin d part awal kyuhyun bneran sebel dan benci apa itu hanya sandiwara dia aja ya sma sungmin. Satu lagi knpa ibu jungmo nemuin sungmin jd psk, apa ad crita lagi yg lain … Udah lah puas pkoknya eon sama flashback nyaaa udah jelas bangett skarang tggal pnasaran yg part2 awal sma sikap kyu..
    .

    D tnggu next ya… Semangat!!!

  29. Speechless ?surely! My heart was broken to a million pieces~~~kayak lagu oppa kyu~~~ berati selama ini Kyuhyun salah paham sama Sungmin tho :(, eonni kumohon jgn kelamaan updatenya….jebal….

  30. ternyata ming dlunya g jht.. tp mlh justru mnderitaa hueeee kshannn bgt… kimjung fucklah, kirain ming dlu bner2 jht k kyu tp demi nyelametin kyu, ming rela mnderitaaaa….

  31. Setelah beberapa minggu gak liat blog kak melanie , akhirnya maraton baca 3 chapter sekaligus .. maaf gak komen di chapter seblmunya kak .. chapter ini bkin haru .. segitunya perjuangan sungmin bwt kyuhyun , tp karna slah pham akhirnya sungmin jd mnderita 2x ..T_T .. masih pnsaran siapa yg nyelamatin sungmin pertma kali ..hehe .. trus di chapter yang sebelumnya juga kaya ada orang” yang sering neror sungmin di rumahnya kyuhyun , apa itu orang suruhan kimjung ?? ditunggu chapter depan ya kak .. fighting …

  32. Seru… Ternyata dr dulu min pecemburu klw liat kyu deket sama ce & yg selalu jd korban cemburu nya itu selalu seulgi hehehe… Ya ampun tragis banget kisah kyumin nya, kenapa kimjungnya jahat banget? Lupa daratan & terlalu serakah kayaknya tuh kimjung hehe… Btw kimjung itu udah pasti jungmo kan? Padahal kyumin nya udah mau nikah, sayang harus digagalkan sama pengacau hehe… Itu alamat yg pak im kasih ke min buat kabur alamatnya kyu kan? Btw tanpa sepengetahuan min pak im selalu berkomunikasi sama kyu ya? Mangkanya pas min kecelakaan & jatuh kejurang kyu orang pertama yg menolong min secara kyu pasti udah tahu min bakalan datang ke korea namun kyu ga menyangka klw kimjung bakalan berbuat jahat sama min alhasil kyu kecolongan, bener ga? Hehehe… Berarti orang yg min temui di toilet itu kimjung (jungmo)? Semoga aja kyumin ga mengalami kisah tragis dua kali… Ayo kyu cepat selamatkan min jangan sampai min diambil kimjung (jungmo) hehe… Kayaknya hukuman yg tepat buat kimjung (jungmo) itu adalah dideportasi dr korea & Jerman terus di penjara seumur hidup secara dah banyak banget kejahatan yg dilakukannya hehehe… Jd ga sabar pengen liat kyumin cepet2 nikah & hidup bahagia tanpa gangguan lg hehe… Maaf komen ya kepanjangan… Lanjut terus… Semangat…

  33. uwaaaa itu kan bnr, kyu slah paham ke sungmin
    psti kimjung itu jungmo, huwaaa sdah mulai ketebak skrng
    jahat bgt ya mereka, kasian sungmin, kasian bgt nasib kyumin

    next chapter eonni dtunggu

  34. Kya flashback… Benerkan cinta pertama Kyuhyun itu Sungmin. Berarti disini Kyuhyun salah paham, dia mengira Sungmin menghianatinya padahal Sungmin mengorbankan perasaannya agar Kyuhyun selamat 😥😥Apa Kyuhyun sudah tahu yang sebenarnya?? Semoga Kyuhyun cepat tahu yang sebenarnya dan Sungmin bisa ingat kembali akan masa lalunya….

    Ditunggu chapter selanjutnya 😊

  35. Tryt sePerti itu toh kjdian yg sbnry kshn bgt sh kmu ming. Jd yg dr kmrn ngkutin kyumin itu org srhn kimjung atau srhn sp nh?

  36. semoga part depan gak nyesek -nyesek lagi, flasbacknya bikin nyesek liat pengorbanan sungmin agar kyuhyunnya ttp hidup tapi malah jdi kesalah pahaman.. moga happy ending

  37. Karena kesibukan kerja ga sempet baca tiba2 udh ada 5 chapter baru jd ngebut bacanya. Chapter 8-11 ini bener2 bikin nyesek hati parah. Flashback-nya bagus ga bikin bosen (biasanya gw skip2 flashback 😅) ditunggu chapter selanjutnyaa

  38. Keren gilaAak ini flashback. Alurnya lumayan complicatedlah. Kirain org tuanya sungmin yg gak setuju. Ternyataaaaa. Pokoknya semangat terus nulisnya kak. Aku tunggu chapter selanjutnya. Kayanya bakal menegangkan nih Kyuhyun VS Kimjung. Wkwkw 😂😂

  39. Nyesek ya…
    Kimjung kimjung kimjung, di korea berurusan sama keluarga kimjungmo. Ya ampun min.. nasibmu.. emang udah diatur author untuk begitu, sing sabar.. dan semoga s kimjung itu gak macem macem lagi. Kyuhyun pasti menolongmu lagi min..

  40. Jujur gw deg2an sendiri bacanya.. Aish.. Uri Minimi kasian banget sii.. Tuh kan lagi-lagi nasib Sungmin emang menyedihkan dibanyak ff.

    Next! Next! Next!

  41. Ya Ampun kasian bgt Sungmin 😭 Hidupnya menderita bgt kasian.. Huhu
    Nyesek bgt aku bacanya T_T

    Dasar pria jahat Kimjung! Ah kesel aku!! Jd selama ini yg ngejar2 sungmin pria berjas hitam itu org suruhannya si Kimjung itu! Trus yg chap kmrin itu juga Sungmin ketemu org itu ><
    Part nyesek ah ini 😢

  42. Kasian kyumin,terlebih ming,,ya allah kenapa kyuhyun gak sadar kalau ada yang janggal.masa cinta mereka cma segitu sampai hati mereka gak bisa ngrasain,biasanya feeling seorang cho kyuhyun itu kuat.buat kimjung mati aja kau..

  43. Sungmin nya kasian ternyata.. huhuuu 😢😭😭
    Jadi stelah ini sungmin ingat dong sama masa lalu nya.. penasaran sama sikap nya sungmin ke kyuhyun pas dia udah inget kalo dia pernah jahat ke kyu..
    Makasi ya kak.. akhirnya dikasi plesbek juga.. hehee 😃😁

  44. Wahhh jadi itu laki laki yg deketin sungmin di kamar mandi?? Wahh,,, kok ngeselin??!!! Kyuhyun salah paham sama sungmin karena batain pertunangan. Dan sungmin amnesia karena ulah si pria brengsek.
    Hummmm….

  45. kakkkkk kenapa sesedih iniiii???
    huaa aku baca di busway, mau nangis malu.. ini mata udah berkaca2 tinggal netes doangg..
    kakk pelayan im ga pernah ngelapor ke kyuhyunkah tentang apa yang terjadi sebenarnya sama sungmin setelah orangtuanya meninggal??
    pelagan im pasti tau kan sungmin diancam selama ini?
    jadi catatan kecil alamat rumah kyuhyun itu ya yang mengantarkan sungmin ke rumah kyuhyun??
    ka melll chap selanjutnya masih flashback yang sedih juga kah??

  46. Jadi yang nyulik Sungmin si Kimjung ini… Apa Kyuhyun sama sekali ngga tau kebenaran’y sampai dia juga ikut nyiksa Sungmin waktu tinggal di rumah’y???

  47. Finally.. Flash back-nya fatang juga..
    Ternyata ming dulu jd nona galak bkn krn kyu miskin ato apapun.. Tp krn pengen nyelametin kyu dr tangan orng jahat (kasihan)
    Smg di chap depan kyu bisa nyelametin ming, jd g sampe diculik jauh sama si kimjung.
    Fighting chingu!

  48. Kan kan ternyata min berkorban demi kyu 😭😭😭
    Coba kalo kyu tau gimana pengorbanan min 😔😔😔
    Sedihnya chap ini 😢😢😢

  49. kasihan min………akhirnya semua jadi jelas bahw min tidak menghianati kyu……..tapi siapa yang akan menolong min dari pria gila yang menemuinya di depan toilet

  50. Huaaa..😭 sedih banget bacanya..aku udah nebak dr dulu mereka pasti saling mencintai.. tp gara2 kimjung kurang ajar mereka jd terpisah T.T..
    Apa stelah ini sungmin menemukan kembali ingatannya?? Atau ini itu mimpinya sungmin tentang ingatannya? Makin seru bacanya..
    Semangat !!!

  51. 😭😭😭😭😭😭😭😭terasa sakit hati ini melihat pengorbanan ming. setelah semua yg dia alami .lalu knp selama ini sikap kyu seperti itu sama ming . balas demdam kah atas semua kesalahan ming,apa harus kaya gini

  52. Oooh astaga yaampun ini air mata masih masuh ngalir loh ya kak ngetik komennya……. berat bgt ya jadi sungmin aku ga kuat tuhan gatahan gatabah nerima cobaan beruntun gtu…… sungmin ga bisa ngapa”in demi kehidupan kyuhyun cuman kyu yg ia punya stelah ortunya aku ga kuat ngebacanya kak ga kuet hueeeeee kok sakit bgt rasanya hati dan jantung ini tertikam sebilah pedang namun tak mengeluarkan darah sakitnya gabisa dijelasin dengan kata” ini
    jaad bgt ya kimjing (eh kimjae kim apa namanya aku lupa pen aku kutuk rasanya pen mgelempar ke lau arafuru jadi makanan hiu”)
    Eh eh beteweh kak mel kyu ngertikan kondisinya sungmin knapa ia berlaku bgt ke kyu?pliiiss kak jan kasih yg berat” lg konfliknya ini aja udah perih hati perih mata *mata bengkak saking ngebaperin dri awal paragraf* syedih aqoh ngebacanya bener” ngejleb lah plesbekbya ini bner” bikin aku shock tau kenyataan sebenernya galau bgtlah jdi sungmin dilema bgt jadi kyu (taulahkak maksud aku kek mana)
    Oh iya maapquen daku yg baru sempat ngebaca chap 11 ini skarang soalnya minggu kmaren itu smpe kemaren hari kamis eh sampe tadi pagi deh ya itu hari” tersyibuk aku bgt bner” sibuuuukkkk(aelah sok sibuk bilang aja kuota lu gada buat baca panpik kek melan flah :v) iya bneran sibuk plus kuota sakrataolmaut :v intinya ku cinta ku sayang kak melan walau akunya telat ngebaca dan ngasi komen baru sempat skrang padahal maksa” kmaren buat cepet” ngepost chap berikutnya hehwhehe
    always heatly kak mel….. jan sakit” lg soalnya aku ga kuat untuk rindu akan kelanjutan ff kak mel…..
    saranghae kak melan😘😘😘❤

  53. Terjawab sudah masa lalu sungmin 😭😭 sedih wehh… aku bakalan bingung bgt kalo jadi sungmin… dan pengorbanan kyuhyun patut diacungi jempol… keren bgt dia udah kayak pendekar huhuhu…
    Semangat terus nulisnya eonn…
    Maaf baru koment.. baru sempet baca yang ini,, di tunggu next chap nya… dari aku yang selalu mencintai karya mu dan berharap bgt kalo eonn ngeluarin buku..😘

  54. Jadi masa lalunya kyu itu min benaran.
    pantas saja kyu mau nampung wkwkwk
    Tapi min dulu memang angkuh, dan mengguji kesabarannya kyu.
    Untung walau angkuh min
    nerima kyu.
    jadi yang menyebabkan orangtua min ninggal itu pamannya sendiri.
    begituupun dengan kecelakaan min sendiri.

  55. Ka melaniii terimakasih banyak sudah menyempatkan waktu dan fikiran untuk tetap melanjutkan ff ini..
    Gapapa ka kalo slow update kami (para reader) pahan ko, pasti kakak punta kesibukan yang lebih priopritas.
    Selagi tidak ada tulisan discountinue dijamin kami akan setia menunggu..
    Semangat ka melani, sayang kakak!!

    Chap ini manis tapi ada pait2nya.
    Kenapa jungmo jahat dan ngeselin banget ya ampunn. Dia punya gangguan jiwa ya, jahatnya udah kaya psikopat sampe ngirim penyusup ke rumah kyuhyun dan memata2 sungmin dimana pun.. serem ih.
    Aku jadi penasaran, bagaimana caranya kyuhyun tau masalah yang sungmin hadapi dan tau kejahatan yang dilakukan jungmo untuk misahin dia sama sungmin.
    Ngarep banget jungmo dapet hukuman yang seberat2nya atas semua kejahatan yang sudah dia lakukan.

    Oiya sepertinya aku berkontribusi dalam peningkatan viewers, soalnya aku suka baca chapter yang sama di 2 browser (opera dan crome). Di opera kadang ga bisa login wp soalnya tapi bisa save page dan di crome kebalikannya. Biasanya aku komen pas baca di crome.

  56. Kebongkar sudah masa lalu Kyuhyun dan Sungmin.
    Inilah niat awal Joohyun mau kasih tau kah?
    Tapi tidak didengar Kyuhyun.
    Duh Author nim kudu otokke?

  57. Hikssss ternyata beneran kyumin punya hubungan di masa lalu.. Tapi knp kisah mereka harus sesedih ituuu 😭😭😭 kasian kyumin, semoga bisa cepat bersatuuuu ❤❤

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s