KYUMIN FANFICTION \ CURSED PRINCE | GS / CHAP 15 [LAST]

“~Melakukannya… lagi?”

Sungmin mengerjapkan mata beberapa kali, melepaskan pelukannya dan menatap lekat mata Narcissus lekat seolah meminta kejelasan.

“Me—melakukan apa?” Tanya Sungmin saat tak mendengar jawaban apapun dari mulut Narcissus atas pertanyaan tersiratnya. Baca lebih lanjut

Iklan

KYUMIN FANFICTION \ CURSED PRINCE | GS / CHAP 14

Narcissus termenung, berdiri di dekat jendela kaca ruang pribadinya seraya menatap keluar tanpa berkedip, mungkin.

Pandangannya lurus tepat pada halaman besar istananya sementara pikirannya entah menjelajah kemana, membuatnya tak sadar akan sekitar bahkan saat sosok Minho masuk dan mendekatinya.

“Disini kau ternyata hyung.” Baca lebih lanjut

KYUMIN FANFICTION \ CURSED PRINCE | GS / CHAP 12

Semilir angin yang berhembus itu makin mendukung suasana tenang dibangku taman. Entah apa yang dipikirkan Kyuhyun maupun sosok yeoja bergaun putih selutut itu, yang jelas mereka sibuk bergulat dengan pikirannya.

“Kau— bermaksud menyerah ya?”

Suara lembut itu memecahkan keheningan diantara mereka, membuat Kyuhyun tersadar akan lamunannya.

Kyuhyun membenarkan posisi duduknya dan berdehem sekilas.

“Sepertinya begitu.” Jawab Kyuhyun, menatap kedepan dengan fokus seolah enggan menatap sosok disampingnya. Baca lebih lanjut

KYUMIN FANFICTION \ CURSED PRINCE | GS / CHAP 11

Setelah lima pelayan itu selesai menyajikan masakan mereka diatas meja makan, dengan tahu diri lima pelayan itu meminta diri, membiarkan Taemin dan Minho berdua menghabiskan makanan itu.

Taemin yang sedang mengulup sendok es krimnya merasa kaget dengan tindakan pelayan itu.

“Mereka… melayani kita?” Tanya Taemin saat lima pelayan itu sudah pergi dari sana.

“Hmm…” Minho yang tengah membaca Koran seraya menyilangkan kakinya tampak acuh, hanya bergumam sebentar sebagai jawaban. Baca lebih lanjut

KYUMIN FANFICTION \ CURSED PRINCE | GS / CHAP 10

 

Ruang makan besar yang bahkan bisa disamakan dengan aula itu sejak tadi masih hening, padahal ada tiga orang yang duduk disana bahkan ditemani pelayan mereka yang hampir sepuluh orang berdiri di dekat meja, siap sedia melayani keinginan mereka disana.

“Apa melelahkan kemarin malam, sayang?” Sosok wanita paruh baya yang masih tampak cantik itu mulai membuka suara, menatap anak lelaki semata wayangnya dengan tatapan selidik.

“Lelah jangan ditanya, saya lelah sekali, yang mulia.” Jawab lelaki itu cepat tanpa menatap wajah yeoja paruh baya dihadapannya.

“Yang mulia? Bahkan ini sudah tak di istana lagi nak.” Cibir yeoja itu seraya menuangkan air mineral kedalam gelas suaminya. Baca lebih lanjut